EQUITYWORLD FUTURES – Sejak lokasi jatuhnya meteorit di Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah dibuat monumen pada 2002, tempatnya sekarang seperti tak terawat. Banyak dinding-dinding monumen dicoret-coret menggunakan pilok atau cat oleh warga.

Tak hanya dinding, pendopo di dalam monumen juga atapnya rusak. Hanya rerumputan yang terpotong rapi dibersihkan oleh seorang penjaga bernama Amanat.

Tidak ada penerangan di sekitar monumen. Sehingga pada malam hari monumen dibiarkan dalam keadaan gelap.

Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh kawula muda desa setempat. Terutama pada Sabtu malam Minggu. Banyak anak muda nongkrong di monumen tersebut. Rata-rata berpasangan.

“Kalau malam minggu malah buat pacaran di monumen itu. Enakkan gelap-gelapan gitu,” kata salah satu warga, Kiki kepada tim dari merdeka.com dan Portrait of Indonesia, Rabu (21/1).

Warga tak melarang monumen dijadikan tempat nongkrong. Lokasi monumen memang agak jauh dari permukiman penduduk. Di sekitar monumen hanya hamparan kebun sayur milik petani.

Lokasinya di pinggir jalan memudahkan anak-anak muda bermain di monumen tersebut. “Apalagi ada pendoponya, jadi bisa buat duduk-duduk,” ujarnya.

Kiki berharap semua warga menjaga kebersihan monumen meteorit. Sehingga monumen tersebut bisa terus dijadikan tempat wisata.