EQUITYWORLD FUTURES – Masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, HLS (21), dikenal sebagai pemuda yang penurut dan rendah hari. HLS juga berprestasi di bidang matematika yang kemudian mengantarkannya menjadi mahasiswa di Turki.

Nama HLS belakangan mencuat di berbagai media massa lokal dan internasional lantaran pemuda itu ditahan oleh otoritas kemananan Turki. Pemuda asal Desa Tlogo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, itu dituduh bergabung dengan organisasi penentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Anak saya anak yang penurut sama orangtua. Setiap pulang dan hendak berangkat lagi, ia selalu mencium kaki ibunya dan minta doa restu,” ujar Basuki Raharjo, ayah HSL, Selasa (14/6/2016).

Putra pertama dari tiga bersaudara itu merupakan anak yang sangat berbakti kepada guru-gurunya. Nilai akademik di sekolahnya selalu baik, terutama mata pelajaran matematika. Tak heran ia diterima di sekolah favorit di Wonosobo dan Semarang sejak SD hingga SMA.

“Nilai matematikanya selalu 100, sampai akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekolah di Olimpiade Matematika Nasional,” kata Basuki bangga.

Prestasi matematika HLS yang gemilang itulah yang kemudian mengantarkan HSL meraih beasiswa dari pemerintah Turki untuk kuliah di Jurusan Matematika Murni Universitas Gaziantep.

“Sempat setahun penuh belajar bahasa sebelum masuk kuliah dan kini sudah menempuh semester keempat,” tandasnya.

Sumadi, guru SD HLS di Wonosobo, menceritakan bahwa HLS tidak pernah memutus silaturahim dengan teman-temannya maupun dengan guru-gurunya dahulu di Wonosobo. Hampir setiap hari raya Lebaran ia berkunjung ke rumahnya untuk sungkem.

“Setiap Lebaran, dia satu-satunya murid SD yang datang ke rumah saya dan selalu sungkem penuh hormat,” terang Sumadi.

Menurut dia, kemampuan istimewa pada mata pelajaran matematika sudah diperlihatkan HLS sejak kelas satu SD. Di bangku kelas VI, HLS bahkan mampu menyeleasaikan soal-soal matematika yang diberikan Sumadi menggunakan rumus ciptaannya sendiri.

“Saya sendiri sampai sekarang belum paham (dengan rumus ciptaan HLS),” ucap Sumadi tersenyum.

Dari sifat dan karakter itulah, ia yakin, HLS tidak akan terlibat dengan organisasi politik yang dinilai menyimpang. Sumadi pun hanya bisa berdoa agar mantan muridnya itu segera bebas dari kasus ini dan bisa melanjutkan pendidikan sampai selesai.

Seperti diberitakan, seorang mahasiswa asal Indonesia berinisial HLS ditangkap di Gianzep, Turki, sejak 3 Juni 2016. Ia diduga ikut dalam kelompok Hizmet, yang merupakan organisasi terlarang di Turki.

Hizmet adalah kelompok yang dipimpin ulama intelektual Fethullah Gulen, seteru Presiden Recep Tayyip Erdogan.