EQUITYWORLD FUTURES – Sejak beberapa hari terakhir, Pemerintah Kota Beijing menerapkan sebuah kebijakan menarik terkait penanganan “warga senior” alias manusia lanjut usia di kota itu.

Mereka menciptakan sebuah kartu digital yang dibawa oleh para kakek dan nenek yang sudah berusia di atas 80 tahun.

Selanjutnya, setiap aktivitas yang dilakukan para manula, mulai dari naik bus, pergi ke dokter, atau pun berbelanja, terdeteksi secara digital.

Seperti dikutip dari laman Associated Press, Senin (30/5/2016), kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap “senior citizen“.

Hal itu terkait pula dengan peningkatan drastis populasi warga manula di China, khususnya Beijing.

Data terkumpul setiap kali para manula menggunakan menggesek kartu yang disebut “Beijing Connect” tersebut. Data itu langsung tertampung dalam sebuah basis data besar.

Otoritas kota berharap, dengan informasi itu maka pemerintah dapat menyiapkan perbaikan layanan kepada populasi warga berumur di atas 60 tahun yang kini sedang berkembang.

Selain itu, program ini juga ingin menunjukkan bagaimana China menggunakan data untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik ke depan.

Strategi yang diambil adalah menggunakan teknologi baru yang tentu terhubung dengan internet, untuk menciptakan inovasi dan mendorong transformasi China ke arah “services-based economy“.

Perdana Menteri Li Keqiang sebelumnya pernah mengatakan, pihaknya akan mendorong terjadinya revolusi industri baru di China.

Salah satu hasil yang telah terbayang dalam program bagi manula ini adalah, pemerintah akan mudah memprediksi kebutuhan krusial para manula di masa mendatang.

Dengan demikian, akan tercipta layanan “ramah manula” bagi penduduk di Beijing di masa depan.