EQUITYWORLD FUTURES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengutarakan baru-baru ada laporan dari kecamatan Pringapus bahwa enam dusun di Desa Jatirunggo mengalami krisis air bersih akibat kemarau ini. Melalui kecamatan itu pula, mereka meminta pengiriman air bersih.

“Ya baru satu desa itu yang membuat laporan (kekeringan), yakni Desa Jatirunggo,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Joner Hutajulu, Senin (29/6/2015).

Laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pengiriman air bersih setelah pihaknya berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bumi Serasi. Menurut Jonar, peta kekeringan di Kabupaten Semarang tiap tahun masih berada di wilayah yang sama. Yakni Kecamatan Pringapus, Bringin, Bancak, Susukan, Suruh, Tengaran, dan Kecamatan Jambu.

“Kami khawatir justru jika musim kemarau datang lebih awal, wilayah kekeringan akan bertambah luas. Tahun lalu, Kecamatan Getasan yang relatif di pegunungan, tadinya tidak pernah minta kiriman air kemarin minta,” terangnya.

Sementara itu BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang mengeluarkan prediksi, puncak kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2015. Namun demikian, BMKG sudah mengeluarkan himbauan agar masyarakat waspada cuaca ekstrim.

Menurut prakirawan BMKG Semarang, Septima, mayoritas wilayah di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Semarang saat ini sudah masuk musim kemarau.

“Puncak kemarau tahun ini diprediksi Agustus-September, sedangkan pengaruh el nino dari pertengahan Juli 2014 sampai sekarang diprediksi bakal meningkat hingga 2016 mendatang,” katanya.