Jumlah lulusan SMK yang bisa menembus industri otomotif di Indonesia masih memprihatinkan. Penyebabnya antara lain tidak tepatnya materi yang diberikan kepada siswa sehingga ilmu yang didapat kurang mampu diterapkan di dunia kerja.

“Apa yang diajarkan di SMK banyak yang tidak tepat guna dengan industri. Selain itu kemampuan dasar para siswa ini sangat lemah makanya banyak yang tidak lulus,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director Astra Daihatsu Motor (ADM).

Karena itu PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menawarkan sebuah kurikulum Daihatsu kepada pemerintah untuk memberikan bekal yang lebih baik kepada siswa SMK. “Kurikulum tersebut hasil dari tim Daihatsu bekerjasama dengan guru-guru yang memang pernah terjun langsung ke bengkel-bengkel,” jelasnya.

Menurut Amelia, penerapan kurikulum tersebut lebih menjawab tantangan dunia kerja jika dibandingkan siswa SMK harus mengambil training satu tahun untuk mendapatkan predikat mekanik I. “Kenapa tidak dicoba saja masukkan materi training tersebut ke SMK? Misalnya, kelas satu belajar checking 10 ribu kilometer, kelas dua belajar checking 20 ribu kilometer dan kelas tiga belajar checking 40 ribu kilometer. Nah nantinya kalau lulus kan mereka sudah punya skill yang sama dengan yang harus training dulu,” ungkapnya.