Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menuding Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) melakukan pencitraan luar biasa. Hal ini terkait sikap Jokowi yang tidak setuju dengan rencana pembelian mobil Mercedes Benz, sebagai kendaraan dinas menteri pada pemerintahannya mendatang.

“Saya kira ini era pencitraan, kalau pengen pencitraan yang nyata dong. Kalau urusan mobil itu hanya berapa menteri, apakah artinya pencitraan ini,” kata Max saat dihubungi, Jakarta, Rabu (10/9).

Max menegaskan, sudah menjadi kewajiban Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyiapkan mobil kendaraan dinas bagi pemerintahan selanjutnya. Bila ingin melakukan pencitraan dengan dalih penghematan anggaran, ia menyarankan Jokowi agar menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya dan semua menteri-menteri.

“Kalau mau, Jokowi pakai Esemka saja, secara nasional. Tapi kalau hanya Mercy dan mobil lama, bukan hal yang substansi dipertimbangkan sebagai penyelamatan uang negara,” jelas Max.

“Kemarin mau jual pesawat, sekarang enggak pakai mobil baru. Ini era pencitraan,” sindirnya.

Seperti diketahui, Jokowi tidak setuju dengan rencana pembelian mobil Mercedes Benz sebagai kendaraan dinas menteri pada pemerintahannya mendatang. Jokowi telah melayangkan larangan tersebut ke Sekretariat Negara.

“Saya sudah menyampaikan itu ke Setneg, enggak usah beli saja. Pakai yang lama. Saya kan ditelepon, saya beritahu enggak usah saja, biar pakai yang lama,” ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (9/9) kemarin.

Menurut Jokowi, penolakan pembelian mobil dinas para menteri tersebut karena ingin efisiensi anggaran negara. Namun, mantan wali kota Solo ini mengatakan saat ini masalah tersebut bukan menjadi wewenangnya, lantaran belum dilantik menjadi presiden.

“Efisiensi dong. Ya itu kan bukan urusan saya. Saya ditanya, jawaban saya tidak usah beli. Ya enggak apa-apa kalau dibeli, bukan wewenang saya,” katanya.