EQUITYWORLD FUTURES – Lewat foto pesan mengalir tepat ke sasaran. Cara ini dinilai efektif untuk menyuarakan masyarakat yang hidup di pedalaman seperti di Pulau Kalimantan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan tersebut. di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, WWF Indonesia menempuh cara yang mereka sebut Panda Click!

Ini adalah upaya untuk WWF Indonesia mengajak warga lima desa di Kecamatan Batu Ampar memotret potensi sekaligus permasalahan yang ada di desa mereka melalui fotografi.

Hasil karya 31 fotografer ini lantas dipamerkan di lapangan futsal Desa Padang Tikar di Kecamatan Batu Ampar, Selasa (12/4/2016).

Manager Program WWF Indonesia – Kalimantan Barat, Albertus Tjiu mengatakan pameran foto ini merupakan wujud dari keinginan masyarakat memotret kehidupan mereka sehari-hari.

“Ini efektif untuk membantu masyarakat desa yang tak terjangkau oleh pemerintah. Lewat foto mereka bercerita dan menyampaikan pesan,” kata Albertus.

Pameran foto ini melibatkan warga di lima desa yakni Padang Tikar, Batu Ampar, Sungai Kerawang, Teluk Nibung, dan Nipah Panjang.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pameran Foto Panda Click! Kubu Raya di di Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (12/4/2016).

Menurut Albertus, program Panda Click! bertujuan mendokumentasikan hal-hal penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari seperti keadaan lingkungan, alam, sosial masyarakat, budaya, dan lain-lain.

Program ini, lanjut Albertus, berlangsung Mei 2014 sampai Mei 2015. Warga di lima desa itu diberi pinjaman kamera digital dan dilatih cara memotret selama 2 minggu.

Usai menjalani pelatihan, mulailah mereka bergerak untuk memotret apa yang ada di benak mereka masing-masing.

“Tiga bulan pertama mereka memotret istri dan binatang peliharaan,” tutur Jimmy Syahirsyah sebagai Koordinator Panda Click! yang juga Technical Support Unit Leader WWF Indonesia-Kalbar.

Jimmy memaparkan setiap 3 bulan hasil foto dievaluasi dan warga mempresentasikan karya mereka dan kesulitan yang dialami di lapangan.

“Kami pinjamkan kamera selama setahun. Hasilnya terkumpul sekitar 20 ribuan foto. Lantas kami seleksi dan kami buatkan isu-isu yang akan ditampilkan. Inilah hasil karya mereka,” kata Jimmy sambil memperlihatkan foto-foto yang mengangkat kehidupan sosial, adat dan budaya serta permasalahan di Batu Ampar.

Hasil karya warga yang sehari-hari berprofesi sebagai petani dan nelayan itu ternyata menyimpan potensi luar biasa. Ada yang mengangkat kegiatan sehari-hari sebagai nelayan. Ada pula mengangkat kehidupan adat istiadat Batu Ampar.

Tak sedikit yang menampilkan permasalahan yang dihadapi warga seperti perbaikan jalan dan listrik yang tak kunjung tiba.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kegiatan workshop pada pameran foto Panda Click! di Desa Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (12/4/2016).

“Ada foto siswa yang belajar menggunakan senter. Lewat foto keseharian masyarakat tanpa listrik itu bisa kita usulkan kepada kabupaten atau provinsi untuk mengatasi hal tersebut,” kata Albertus.

Namun ada pula warga yang dengan sabar memotret potensi wisata Kalimantan Barat yakni keberadaan bekantan (Nasalis larvatus) dan pesut (Orcaella brevirostris) hewan mamalia atau lumba-lumba air tawar yang keberadaannya dilindungi.

Jimmy menambahkan, kamera digital yang sekarang sudah dikembalikan itu nantinya akan disimpan di kantor desa. “Warga yang tertarik melanjutkan hobinya memotret, bisa meminjam kamera tersebut di kantor desa,” katanya.