EQUITYWORLD FUTURES – Pemilihan Kepala Daerah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diperkirakan akan kembali diramaikan oleh calon kepala daerah dari keluarga besar pemilik bisnis angkutan bus antarkota dan provinsi ternama asal daerah setempat.

Setidaknya dalam dua periode terakhir pilkada, ada calon kepala daerah dari keluarga pengusaha angkutan ternama yang mencalonkan diri. Sebutlah keluarga pebisnis perusahaan bus Mayasari Group, Primajasa, Doa Ibu, dan Budiman.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, misalnya, merupakan pengusaha Mayasari Group dan Perusahaan Otobus Doa Ibu. Ia merupakan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Tasikmalaya tahun 2010-2015. Budi juga menjadi pengurus Organisasi Angkutan Darat Taksimalaya.

Adapun Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dede Sudrajat merupakan putra pemilik PT HS Budiman 45 yang mengoperasikan bus cepat Budiman. Dede sudah menjadi wakil wali kota sejak periode sebelumnya, yakni 2007-2012.

Karena sudah dua kali menjabat sebagai wakil wali kota, maka Dede harus mencalonkan diri sebagai wali kota jika masih ingin bersaing di pilkada berikutnya di Kota Tasikmalaya.

Menjelang Pilkada Kota Tasikmalaya pada 15 Februari 2017, saat ini muncul nama Asep Hidayat yang disebut-sebut akan menjadi bakal kandidat wali kota. Dokter spesialis anak merupakan menantu dari keluarga Mayasari Group dan pejabat di Yayasan Mayasari Peduli.

Direktur Albab Institute Abdul Haris mengatakan, sistem proporsional terbuka dalam pilkada memberikan kesempatan bagi para tokoh politik, masyarakat, dan ekonomi untuk bertanding sebagai kandidat kepala daerah.

“Kalau dilihat dari asal para tokoh tersebut, yang berpeluang paling besar di Pilkada Kota Tasikmalaya memang tokoh ekonomi atau para pengusaha,” kata Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Agama Islam Tasikmalaya tersebut kepada Kompas.com.

Menurut Haris, seorang kandidat kepala daerah dengan kemampuan finansial yang baik akan mudah melakukan sosialisasi visi-misi dan gagasannya kepada masyarakat. Seorang pemilik usaha besar tentunya memiliki massa dari kalangan pegawainya yang dapat membantunya meyakinkan masyarakat lain.

“Sekarang ini selain dilihat dari gagasan dan visi-misi, masyarakat melihat juga ekonominya dan mampu menggerakkan roda ekonomi di wilayahnya. Tokoh pun akan mudah populer dengan disosialisasikan oleh keluarga pengusaha dan para pegawai-pegawainya yang ribuan orang,” kata Haris.

Selain para pebisnis, ada beberapa nama politisi asal Tasikmalaya yang siap bertarung tahun depan. Contohnya adalah Deny Romdoni asal PDI Perjuangan dan Heri Hendriyana asal Partai Amanat Nasional.

“Biasanya begitu, politisi asli akan bersanding atau menjadi lawan para calon dari para keluarga pengusaha bus. Nanti kita lihat siapa yang akan menang dan memimpin Kota Tasikmalaya,” kata mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya, Mochamad Egi.

Kota Tasikmalaya merupakan salah satu dari 101 daerah yang akan menggelar pilkada secara serentak pada 15 Februari 2017.