EQUITYWORLD FUTURES – Perseteruan di dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan masih belum surut. Kedua kubu bertentangan pimpinan Djan Faridz dan Muhammad Romahurmuziy masih sama-sama keras mempertahankan pendapatnya.

Di tengah-tengah konflik, Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mencoba mengambil posisi. Dia mengaku siap menjadi penengah supaya kedua kubu tak lagi dalam posisi saling berhadapan.

Alasan Din tiba-tiba ingin menengahi cekcok di tubuh partai berlambang Kabah itu lantaran dia merasa PPP di masa lalu merupakan perwakilan umat Islam di panggung politik Indonesia. Atas dasar jasa-jasa dan nostalgia itulah dia tidak ingin partai itu porak-poranda kibat perpecahan.

Namun, sepak terjang Din masih disangsikan. Sebab sampai saat ini belum terlihat upaya sistematis dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. Maka dari itu, Partai Kabah pun masih menanti sentuhan Din menyelesaikan pertentangan.

1. Tawaran Din Syamsuddin tengahi perseteruan PPP

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terpecah menjadi dua kubu. Satu kubu dipimpin oleh Djan Faridz dan satu pihak lagi dipimpin oleh Romahurmuziy.

Melihat itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin siap menjadi penengah. Dirinya merasa terpanggil sebagai sesama umat Islam.

“Jika diperlukan, siap menjadi penengah sesuai dengan pesan agama itu,” kata Din di gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (23/12).

Menurutnya perdamaian kedua kubu di partai kabah harus sesuai AD/ART. MUI pun siap mendorong terjadinya islah.

“Kita dorong islah itu berlangsung sesuai dgn mekanisme partai ada AD/ART, ada semacam etika partai cobalah itu dirujuk. Kalau misalnya MUI diperlukan tentu kita dengan senang hati membantu,” terang dia.

Masih menurutnya, sebagai partai berbasis Islam, PPP harus menjaga persatuan di internal. Upaya menahan ego di antara kedua kubu akan mempercepat terjadinya Islah.

“Partai ini mengklaim dirinya menjadi rumah besar umat islam janganlah rumahnya di kotak-kotak, dibagi-bagi. Untuk itu saya berkeyakinan kawan-kawan di PPP menyadari ini, maka saya berkeyakinan dan optimis akan terjadi islah antara kedua belah pihak,” pungkas dia.

2. Romi pun melirik tawaran Din damaikan PPP

Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy (Romi) mengapresiasi bilamana Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin bersedia menjadi mediator kisruh partai berlambang kabah itu. Menurut pria akrab disapa Romi itu, pihaknya membuka diri jika Din mengambil peran untuk menjadi penengah agar konflik di PPP tidak berkepanjangan.

“Terima kasih atas kesediaan Pak Din. Kami membuka diri kalau atas nama MUI beliau bersedia mengambil peran,” kata Romi dalam pesan singkatnya, Jakarta, Rabu (24/12).

Romi menambahkan, selama ini hubungan antara dirinya dengan MUI terbilang bagus. Termasuk ketika milad Muhammadiyah, Romi mengaku juga turut hadir dan duduk bersama dengan Din Syamsuddin.

“Hubungan saya dengan Pak Din sangat baik kok. Tanpa ada persoalan ini, saya sudah biasa kontak-kontakan kok,” tegasnya.

Namun demikian, lanjut Romi, memandang akar persoalan PPP tentunya harus kompleks. Jangan sampai ada salah pengertian seolah-olah pemerintah ikut campur bilamana MUI menjadi mediator.

“Yang terjadi di PPP semata-mata persoalan internal organisasi. Wong Pemerintah hanya menjalankan apa yang diperintahkan undang-undang, kok disalahpahami sebagai intervensi,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyatakan, umat Islam mendorong Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy segera menyudahi kisruh. Hal itu agar tercipta persatuan di tubuh partai Islam tersebut.

“Ormas Islam berharap PPP selesaikan konflik internalnya. Karena tidak mungkin bersatu kalau ada perpecahan,” kata Din Syamsuddin dalam sambutannya pada halaqoh kebangsaan di gedung MPR Jakarta, Selasa (23/12).

Menurutnya PPP adalah partai berbasis massa Islam yang tertua. Maka dari itu, harus menjadi contoh yang baik bagi organisasi Islam di Indonesia.

“Insya Allah, partai Islam ini (PPP), apalagi menggunakan kata persatuan, akan betul-betul menunjukkan persatuan, itu harapan kita,” terang dia.

3. Kubu Djan Faridz sambut baik tawaran Din damaikan PPP

Wakil Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta Fernita Darwis menyatakan, pihaknya menyambut baik kesediaan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin yang menjadi mediator islah untuk menyelesaikan kisruh PPP. Menurut Fernita, langkah Din Syamsudin sangat bijaksana dan perlu didukung oleh seluruh kader dan pengurus PPP.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kesediaan Pak Din Syamsudin yang bersedia menjadi mediator islah PPP,” kata dia dalam pesan singkatnya, Jakarta, Rabu (24/12).

Lebih lanjut, Fernita menambahkan, Din Syamsudin adalah tokoh internasional yang mempunyai track record baik dan dikenal sebagai seorang yang negarawan. Bukan hanya itu, Din juga sebagai tokoh yang netral.

“Beliau tidak berpihak ke A maupun ke B. Dia berada di tengah, tidak ada kepentingan di PPP. Jadi sangat cocok jika menjadi mediator,” jelasnya.

Fernita juga mengharapkan jika keinginan dari Din Syamsudin sebagai mediator Islah mendapatkan respon yang baik dari kubu Romahurmuziy. Insya Allah, Ketua Umum PPP Djan Faridz akan menindaklanjuti kesediaan Din Syamsudin dengan melakukan pertemuan khusus.

“Mudah-mudahan dengan tangan dingin Pak Din bisa terjadi islah yang selama ini diharapkan oleh seluruh kader PPP,” tutupnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyatakan, umat Islam mendorong Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy segera menyudahi kisruh. Hal itu agar tercipta persatuan di tubuh partai Islam tersebut.

“Ormas Islam berharap PPP selesaikan konflik internalnya. Karena tidak mungkin bersatu kalau ada perpecahan,” kata Din Syamsuddin dalam sambutannya pada halaqoh kebangsaan di gedung MPR Jakarta, Selasa (23/12).

Menurutnya PPP adalah partai berbasis massa Islam yang tertua. Maka dari itu, harus menjadi contoh yang baik bagi organisasi Islam di Indonesia.

“Insya Allah, partai Islam ini (PPP), apalagi menggunakan kata persatuan, akan betul-betul menunjukkan persatuan, itu harapan kita,” terang dia.