EQUITYWORLD FUTURES – Rabu (16/9/2015) pagi, ada pemandangan yang agak berbeda di perempatan Permata Hijau, tepatnya di wilayah yang tengah dibangun jembatan layang. Sejumlah anak berseragam putih dipadu celana atau rok kotak-kotak kombinasi warna merah tua, biru kehitam-hitaman, tampak sibuk menawarkan pohon yang ada di tangan mereka. Tampak pula sejumlah spanduk yang intinya mengingatkan orang akan pentingnya lapisan ozon.

“Pohon Pak, gratis… Pohon Bu, gratis…,” demikian kalimat yang meluncur dari mulut seorang siswa ketika mendekati mobil sedan yang berhenti karena sedang lampu merah. Senyum pun tersungging di bibirnya tatkala pohon yang ditawarkan diterima oleh seorang ibu yang duduk di belakang mobil sedan.

Namun, tak semua tawarannya diterima. Ada yang memberikan isyarat menolak dengan cara melambaikan tangan, ada pula yang tidak memberikan reaksi apa pun. Namun, anak-anak tak peduli dengan semua reaksi tersebut karena mereka tetap tampak ceria melakukan aksi membagi pohon secara gratis kepada para pengguna motor dan mobil yang melintasi kawasan tersebut.

Rupanya, anak-anak tersebut merupakan perwakilan dari TK, SD, dan SMP Tarakanita 3 Jakarta. Mereka didampingi beberapa guru, termasuk Wakil Kepala Sekolah Emeliana Makaria Tarigan SS, serta sejumlah orangtua murid. Mereka melakukan aksi bagi-bagi lebih dari 300 pohon secara gratis sebagai bagian dari peringatan Hari Ozon Sedunia yang jatuh pada setiap 16 September.

Tak cuma para murid. Guru dan sejumlah orangtua juga ikut “menjajakan” pohon kepada setiap orang yang melintas. Reaksinya pun hampir sama seperti yang diterima para murid, ada yang menerima, tetapi tak sedikit pula yang menolak.

“Rasanya jauh lebih mudah membeli dan menyediakan pohon-pohon ini dibandingkan memberikan secara gratis kepada orang-orang karena banyak yang tidak mau menerima,” ujar Fely, yang juga Ketua Paguyuban Orangtua Murid SD Tarakanita 3.

Hal senada pun diungkapkan guru SD Tarakanita 3, Eka. “Menerima saja tidak mau, gimana merawatnya?” ujar guru olahraga tersebut mengenai kurangnya kesadaran orang tentang lingkungan hidup.

Sekolah Tarakanita 3 sudah sejak lima tahun lalu selalu menggelar aksi yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya lapisan ozon. Entah bagaimana efeknya kepada masyarakat, tetapi pihak sekolah mengaku takkan berhenti melakukan aksi tersebut sebagai bagian dari pendidikan para siswa.

“Ini momen yang tepat dengan peringatan Hari Ozon sehingga kami melakukan hal ini sebagai edukasi kepada masyarakat agar tetap peduli kepada lingkungan. Tak masalah jika nanti ada orang yang menerima atau tidak, ttapi yang kami tekankan adalah pendidikan. Jadi, apa pun yang terjadi, kami akan tetap fokus dengan masalah lingkungan,” ujar Kepala Sekolah SD Tarakanita 3, Floriberta Endar Artika, SE.

Endar pun membeberkan bahwa atas ketekunan menanamkan wawasan peduli lingkungan hidup di wilayah sekolah, Tarakanita 3 berhasil menyabet penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Ini membuat pihak sekolah semakin giat menanamkan mental untuk peduli lingkungan kepada para muridnya.