EQUITYWORLD FUTURES – Artikel ini saya tulis sebenarnya karena tergelitik oleh salah satu kicauan seseorang di Twitter. Berapakah jumlah investor di pasar modal? Menurut beberapa sumber disebutkan sebanyak 300.000, namun ada juga yang menyebutkan sejumlah 500.000.

Anggaplah kita ambil hasil pendataan yang terbanyak, yaitu 500.000 investor di Bursa Efek Indonesia (BEI), apakah jumlah tersebut banyak? Banyak dan sedikit menjadi relatif, tergantung dari sudut pandang apa.

Berapakah jumlah penduduk Republik Indonesia? Jumlah penduduk menurut beberapa data berkisar antara 250-270 juta penduduk. Artinya, jumlah investor pasar modal di BEI hanya sebesar kurang dari 1 persen penduduk Indonesia!

Lalu, mengapa investor pasar modal di Indonesia sedikit dan sulit bertambah? Sementara ironisnya, sebuah penawaran investasi fiktif mampu meraup hingga 1 juta korban!

Ya, pastinya Anda juga berpikir bahwa sosialisasi pemerintah atau pejabat yang berwenang dalam memasarkan serta melakukan sosialisasi pasar modal tidak tepat sasaran. Saya juga saat ini menyetujui pendapat itu.

Namun ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Pasar modal memberikan manfaat sehingga barang siapa tidak mengenalnya sangat disayangkan.

1. Pasar modal membawa dampak yang baik

Berinvestasi pada emas dan berinvestasi pada pasar modal, yang mana yang lebih membawa dampak baik bagi diri kita sendiri atau orang lain?

Jelas, berinvestasi artinya berharap akan keuntungan. Kedua instrumen tersebut memberikan potensi itu, namun berinvestasi pada pasar modal akan berdampak positif pada perusahaan yang kita miliki sahamnya atau surat hutangnya.

Perusahaan tersebut dapat maju berkembang akibat suntikan dana sehingga bisa menambah kapasitas produksi dan tempat, menambah lapangan pekerjaan, dan bila perusahaan menghasilkan keuntungan, pemodal (kita) mendapatkan keuntungannya (dividen).

2. Indonesia memiliki pasar modal yang menjanjikan

Pemodal asing di Indonesia masih mendominasi, artinya negara kita bekerja keras mencari uang, hasilnya dinikmati pemodal asing. Mengapa pemodal asing mau berinvestasi di perusahaan di Indonesia? Sederhana saja, negaranya tidak menjanjikan prospek lebih baik dari negara kita!

Investasi di atas 10 tahun di tahun berapapun, selama bursa di Indonesia ada, belum pernah memberikan hasil yang negatif. Lambatnya pertumbuhan investor di BEI disebabkan oleh beberapa hal:

Masyarakat instan

Bila ditawari investasi, maka masyarakat kita jauh lebih siap dengan iming-iming untung besar dengan melupakan resiko yang bisa diderita.

Keuntungan cepat adalah sebuah pemikiran yang membuat masyarakat kita sulit diajak berinvestasi pada pasar modal yang keuntungannya memerlukan waktu dan tidak dapat dipastikan nilainya saat pertama berinvestasi

Masyarakat konsumtif

Membeli sesuatu yang pasti nilainya turun untuk membuat diri tampak lebih kaya dan gaya adalah sebuah perbuatan konsumtif, dan masyarakat Indonesia juga menjadi target penjualan barang-barang konsumtif yang ada di dunia.

Dengan tidak memilikinya pengendalian diri, masyarakat Indonesia lebih suka mengkonsumsi daripada berinvestasi demi masa depannya. Pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia memang memerlukan waktu yang panjang karena proses terjadi bukan dari luar melainkan dari diri kita sendiri masyarakat Indonesia.