EQUITYWORLD FUTURES – Pendapat yang mengatakan bahwa musisi rock biasanya meninggal muda memang benar adanya. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian baru di Australia.

Walau kebanyakan para rock star tidak termasuk dalam “klub 27” yang anggotanya rata-rata meninggal di usia tersebut, seperti Kurt Cobain, Jimi Hendrix, Janis Joplin, Amy Winehouse atau Jim Morrison, tapi para musisi rock memang meninggal lebih cepat dibanding orang kebanyakan.

Dalam studi ini, peneliti mengamati 12.665 kematian di industri musik sejak tahun 1950 dan menemukan bahwa musisi laki-laki rata-rata hidupnya hanya mencapai akhir 50 tahun. Sedangkan musisi wanita biasanya hidup sampai awal usia 60 tahun.

Bandingkan dengan rata-rata usia kematian pria Amerika yang sekitar 75 tahun dan wanita 80 tahun, jika bukan musisi. Studi tersebut juga meemukan bahwa angka bunuh diri, pembunuhan, dan kecelakaan fatal merupakan faktor kematian yang paling signifikan terjadi pada bintang rock dibandingkan dengan masyarakat biasa.

“Dari tujuh dekade penelitian, rentang hidup musisi populer bisa 25 tahun lebih pendek dibanding penduduk AS,” tulis peneliti. Ia juga melihat hal itu sangat erat kaitannya dengan gaya hidup.

“Industri itu sendiri mendukung perilaku yang tak lazim. Obat dianggap oleh musisi sebagai sesuatu yang wajar digunakan sebelum tampil, lalu kemudian melakukan pesta sepanjang malam dengan alkohol dan obat-obatan,” papar peneliti.

Selain gaya hidup, faktor stres saat menjalani tur juga menjadi pemicu. Padahal dunia musisi tidak memberikan dukungan emosional yang cukup. Kombinasi semua itu menjadi resep yang ampuh untuk kehancuran.

Bintang rock bermimpi ada di puncak dan semua masalah psikologis mereka akan teratasi dengan pujian dan miliaran dolar. Apa yang mereka lakukan sesungguhnya karena merasa hampa dan harus menjalani kehidupan di mana semua orang mengatakan kepada mereka apa yang harus dilakukan. Orang yang kesepian memang sulit hidup lama.