EQUITYWORLD FUTURES – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, persediaan beras di Indonesia cukup aman dalam beberapa bulan ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Saat ini stok beras di tanah air cukup aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia,” kata Amran, saat kunjungan kerja mendampingi Presiden RI Joko Widodo, di Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (28/5/2015).

Menurut Mentan, baik beras maupun gabah kering panen di Indonesia saat ini cukup aman persediaannya, mengingat banyak yang diproduksi petani lokal. “Hingga bulan September 2015, stok beras kita aman,” ujar Amran.

Dia mengatakan, untuk menghadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran 2015 nanti, ketersediaan beras itu akan mampu memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat de seluruh Indonesia. Memang, kata Amran, ada rencana impor beras namun itu merupakan alternatif terakhir jika produksi dalam negeri tidak mencukupi.

“Namun sejauh ini, produksi beras di Indonesia cukup banyak dan siap dibeli pemerintah melalu Perum Bulog,” tutur Amran.

Amran menjelaskan, masih ada 75 kabupaten di Indonesia harga beras berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Sehingga, pemerintah siap membeli beras tersebut.

Sebagian besar wilayah di Indonesia melakukan panen padi hampir setiap hari, namun memang puncaknya berada di bulan Maret dan Juni nanti.

Kepala Perum Bulog Divre Sulut Yayan Suparyan menegaskan pihaknya siap membeli beras petani lokal berapa pun banyaknya dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 7.260 per kilogram.

“Bulog tidak membatasi jumlah yang akan dibeli, berapa pun hasil petani kami akan beli,” kata Yayan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ibu negara, Iriana Widodo menghadiri Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-43 yang digelar hari ini di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulut.