Pemerintah sudah memutuskan tidak melakukan pengadaan mobil merek Mercedes Benz untuk menteri-menteri kabinet presiden terpilih Joko Widodo.

Menteri Perindustrian MS Hidayat berkelakar, seharusnya mobil dinas menteri menggunakan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Menurutnya, LCGC cocok dipakai menteri karena kontennya mayoritas dari dalam negeri.

Saat ini, konten dalam negeri untuk mobil LCGC baru 40 persen. Ke depan pemerintah mewajibkan konten lokal mobil ini mencapai 80 persen.

“Pokoknya buat saya sebagai menteri perindustrian minta agar mobil dinas dalam negeri dibuat di dalam negeri, itu mulai dari kijang avanza, sampai yang Mercedes, itu assembling Indonesia. Itu mesti diutamakan,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/9).

Dia menuturkan, ide dan usul ini lahir setelah Hidayat melakukan kunjungan bersama Presiden SBY ke India. Kendaraan perdana menteri di India, menurutnya, menggunakan mobil kecil dan lokal. “Mungkin LCGC boleh juga,” ucapnya.

Menteri tidak perlu malu menggunakan mobil LCGC. Sebab mobil ini sudah populer dan laku diekspor. “Paling tidak itu membuktikan ada jenis mobil baru yang diproduksi di Indonesia laku di pasar internasional,” tuturnya.