EQUITYWORLD FUTURES – Di Amerika Serikat kini tengah ramai tuntutan untuk kesetaraan gaji antara karyawan pria dan wanita. Pasalnya, setiap karyawan pria memperoleh gaji 1 dollar AS, karyawan wanita hanya memperoleh 79 sen.

Selain perbedaan penghasilan, ternyata karyawan wanita di negara itu pun mengalami ketidaksetaraan lain di tempat kerja.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa karyawan pria akan mendapatkan kenaikan gaji apabila berat badan mereka bertambah. Sementara itu, karyawan wanita harus menurunkan berat badan untuk memperoleh gaji yang lebih tinggi.

Dalam studi jangka panjang yang dilakukan terhadap 1.200 orang, tim periset dari Selandia Baru menemukan bahwa ketika berat badan wanita bertambah, maka mereka menderita dalam enam area psikososial, yakni depresi, kepuasan hidup, harga diri, pemasukan rumah tangga, pendapatan pribadi, serta tabungan dan investasi.

Sementara itu, para pria yang dipelajari oleh para ahli dilaporkan tidak mengalami ketegangan psikologis ketika berat badan mereka.

Sebaliknya, pendapatan mereka justru meningkat saat berat badan bertambah.

Para ahli yang menghelat studi tersebut berspekulasi bahwa perbedaan berat badan dan gaji barangkali disebabkan lantaran pada harga diri dan kepercayaan diri para pria tidak terpengaruh dengan ukuran tubuh yang membesar, sehingga mereka tetap asertif dan percaya diri dalam pekerjaan mereka.

Melihat ketidakadilan ini, seorang legislator di Amerika Serikat sudah mulai melakukan langkah untuk perubahan.

Beberapa waktu lalu, Gubernur negara bagian California Jerry Brown, mengesahkan undang-undang kesetaraan gaji atau California Fair Pay Act.

Dalam undang-undang tersebut, perusahaan harus membedakan gaji berdasarkan tingkat keahlian atau senioritas posisi.