Meski permohonan kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA), tak menyurutkan langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 8 untuk mengosongkan Gedung Indo Plaza dan Ruko Semut Indah yang berada di area Stasiun Semut, Surabaya, Jawa Timur.

Eksekusi lahan kembali dilakukan PT KAI, Jumat pagi (3/10). Proses eksekusi dilakukan Polsuska PT KAI diback-up 300 personel polisi dan TNI. Seluruh penghuni Gedung Indo Plaza dan Ruko Semut Indah dipaksa keluar. Ruko-ruko juga disegel oleh Tim Penertiban Aset Daop 8.

Sebelum eksekusi dilakukan, sempat terjadi keributan antara pihak PT KAI dengan pihak keamanan PT Sumber Sejahtera Lestari Lombok (SSLL), selaku pengelola lahan. “Tangkap-tangkap itu, yang melawan tangkap saja,” teriak petugas Polsuska.

Keributan masih terjadi, beberapa orang dari pihak PT SSLL ada yang merusak pagar, meski akhirnya terpaksa ditangkap. Beberapa satpam ruko juga diusir oleh petugas bersenjata tongkat yang melakukan penyisiran.

Suasana masih tegang. Penghuni ruko berlarian, ketakutan. Beberapa orang ikut diamankan. “Ayo keluar semua, yang tidak berkepentingan cepat keluar, kalau tidak kita tangkap. Kalian jangan ikut-ikut, kalau ikut akan saya cari,” bentak anggota Polsuska.

Selanjutnya, pihak PT KAI melakukan penyegelan terhadap ruko-ruko yang ada di Ruko Semut Indah.

Seperti diberitakan sebelumnya, sengketa lahan antara PT KAI dengan PT SSLL ini, sempat naik ke persidangan. Di tingkat Pengadilan Tinggi Surabaya, memutuskan memenangkan penggugat (PT SSLL). Hingga akhirnya, PT KAI mengajukan kasasi ke MA, namun ditolak.

Sekadar catatan: pada medio 2005, PT SSLL memenangkan tender pengelolaan lahan milik PT KAI. Namun, dalam perjalanannya, sekitar tahun 2009, terjadi sengketa antara kedua belah pihak hingga berujung ke pengadilan.