Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai saat ini masih banyak guru yang belum tahu penerapan Kurikulum 2013, meskipun sudah dibekali dengan pelatihan dan pendampingan. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya pertanyaan masuk ke Unit Implementasi Kurikulum (UIK) Kemendikbud.

“Banyak sekali pertanyaannya, jadi istilah anak bukan pendengar yang baik ternyata juga berlaku bagi guru. Mulai dari hal sederhana hingga meminta contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sampai saat ini sudah ada puluhan ribu pertanyaan dari lebih dari 3.000 guru yang disampaikan melalui UIK selama Kurikulum 2013 tersebut diimplementasikan,” ujar Ketua UIK Kemendikbud, Tjioto Sumadi, kepada wartawan disela-sela Lokakarya Kurikulum 2013 dan Pengembangan Klinik Guru di The Sunan Hotel Solo, Selasa (7/10).

Padahal, lanjut Tjioto, RPP setiap daerah berbeda, karena pembelajarannya berbasis lingkungan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Seperti pembelajaran di Solo dengan di Kalimantan, sangat berbeda karena lingkungannya juga berbeda. RPP tersebut, kata dia, merupakan dasar pelaksanaan Kurikulum 2013. Tetapi ternyata masih banyak guru yang belum memahami hal tersebut.

“Namun itu bukan berarti mereka tidak siap, harus dibedakan antara siap dan tidak tahu. Sebab Kurikulum 2013 ini, bukan sesuatu yang benar-benar baru karena merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Tjioto, Kemendikbud telah menyiapkan Kurikulum 2013 tersebut sejak 2010 lalu. Sehingga dirinya menolak jika kurikulum tersebut merupakan karya Bandung Bondowoso yang tercipta dalam jangka waktu singkat. Dirinya mengakui jika implementasi di lapangan masih banyak kendala.

“Singapura saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menerapkan hal semacam ini. Sehingga dibutuhkan pelatihan dan pendampingan hingga evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum 2013. Salah satu bentuk pendampingan adalah melalui klinik guru yang seperti yang dilakukan di FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo,” ucapnya.

Sementara itu menurut Pembantu Dekan I FKIP UNS, Prof Sajidan, melalui klinik tersebut guru bisa melakukan konsultasi dan mengajukan pertanyaan seputar Kurikulum 2013.

“Bisa melakukan konsultasi langsung dengan mendatangi kampus atau bisa melalui online. Memang masih banyak guru yang belum siap dan belum tahu soal kurikulum 2013 ini,” katanya