Microsoft melanjutkan rencana merumahkan ribuan karyawannya di seluruh dunia. Sejumlah 2.100 orang pegawai raksasa software itu kehilangan pekerjaannya pada Kamis, 18 September 2014.

Seorang juru bicara Microsoft yang dikutip oleh Cnet mengatakan bahwa, dari 2.100 orang yang dirumahkan itu, 742 di antaranya adalah pekerja yang berbasis di negara bagian Washington, AS. Sisanya merupakan pegawai Microsoft dari berbagai negara.

Terdapat beberapa grup di dalam tubuh Microsoft yang menjadi target pelangsingan tersebut,  namun grup mana saja yang dimaksud tidak dijelaskan.

Pemberhentian karyawan kali ini adalah “ronde kedua” dari rencana besar Microsoft merumahkan 18.000 orang tenaga kerjanya di seluruh dunia.

Dari angka itu, sebanyak 12.500 orang adalah pegawai Nokia yang pindah ke Microsoft menyusul akusisi divisi perangkat keras Nokia oleh Microsoft yang dirampungkan awal tahun ini.

Setelah pembelian tersebut Microsoft memang mendapat tambahan 25.000 pekerja dari Nokia sehingga jumlah karyawannya mencapai 125.000 orang pada sekitar pertengahan 2014.

Pemberhentian pegawai dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pada Juli lalu, sebanyak 13.000 orang karyawan telah lebih dulu diberhentikan.

Dalam rangka perampingan perusahaan ini, Microsoft menyiapkan biaya sebelum pajak sebesar 1,1 miliar dollar dan pesangon senilai 1,6 miliar dollar yang akan dikeluarkan selama empat kuartal ke depan.

Berikutnya, pada Juli 2015, Microsoft berencana akan kembali memutus hubungan kerja sebanyak 2.900 orang karyawannya.