EQUITYWORLD FUTURES – Kemarin Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membangun Command Center untuk mempermudah pengawasan Kota Bandung dalam satu ruangan. Command Center layaknya film hollywood seperti Star Trek itu benar ada di Bandung.

Dalam Command Center terdapat banyak aplikasi yang bisa memonitor langsung keadaan kota kembang tersebut. Misalnya CCTV yang merekam keadaan lalu lintas sehingga pelanggar akan terdeteksi langsung. Bandung sebagai kota maju dan pintar seperti apa yang diinginkan Emil–panggilan akrab Ridwan Kamil– terus berevolusi.

Sekarang zaman serba canggih, pengawasan tak seharusnya dilakukan secara manual. Penggunaan dengan 150 aplikasi di dalamnya beserta alat pendukung bisa diberdayakan memonitor Bandung. Command Centre ini merupakan salah satu mimpi Emil menjadikan Bandung sebagai kota modern.

Selain Command Center, beberapa program lain juga digagas oleh Emil demi menjadikan Bandung sebagai kota modern. Berikut ini diantara program-program Emil tersebut:

1. Mimpi jadikan Bandung seperti Barcelona

Selain dikenal sebagai gudang pesepakbola handal, Barcelona juga dikenal dengan desain tata kota yang menawan. Hal itu pula yang membuat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, ingin mengirim arsitek muda untuk belajar di kota pesepakbola handal Andrei Iniesta cs tersebut.

Hal itu dia utarakan saat menerima kunjungan Perwakilan Divisi Arsitektur Pemerintah Barcelona, Vicente Guallard di Pendopo Bandung, Jawa Barat.

“Nanti kita akan MoU enam bulan untuk kolaborasi Bandung – Barcelona. Salah satunya kirim anak muda Bandung ke sana. Tiket dari kita setelah di sana diurus pihak sana,” kata Emil usai pertemuan, Sabtu (13/9).

Dari geografis, katanya, Bandung memiliki kemiripan dengan Barcelona. Secara historis pun, tambah Ridwan, kota kembang ini juga memiliki roh yang bisa mengangkat untuk menjadi kota modern tanpa menghilangkan identitas.

Hanya saja Bandung kini seolah kehilangan jati diri. Tata kota semrawut membuat Emil yang juga merupakan arsitek jebolan ITB ingin membenahi satu demi satu.

“Bandung punya potensi. Mirip Barcelona karena memiliki bukit di pinggiran-pinggirannya. Yang sama adalah urban farming. Di eropa yang serius Barcelona. Kaya kita 1 RW satu urban farming,” terangnya.

Menurutnya Barcelona juga tertarik untuk berkolaborasi dengan Bandung. “Karena Bandung punya sejarah. Kota modern enggak ada sejarah kan kurang punya roh,” ujarnya.

2. Bandung akan buat Taman Superhero dan Lansia Gaul

Setelah peresmian beberapa taman, Bandung juga membangun Taman Superhero. Keberadaan Taman Superhero itu diharapkan dapat menjadi ikon kota kembang.

“Sebentar lagi kami akan bangun juga Taman Superhero, namun isinya bukan Batman, Superman, Ironman seperti yang banyak diketahui orang namun akan ada superhero seperti Bima, Arjuna atau Gatotkaca. Namun dengan penampilan modern,” kata Kadiskamtam Kota Bandung, Arif Prasetya, Bandung.

Desain Taman Superhero saat ini tengah digodok pemerintah kota. Sehingga tidak lama lagi Taman Superhero pembangunannya akan segera direalisasikan. “Kita berharap secepatnya bisa dibangun,” jelasnya.

Setelah Taman Superhero, beberapa taman juga akan disediakan. Misalnya Taman Lansia Gaul. “Taman Lansia Gaul ini tepatnya akan dibangun di Taman Maluku, diharapkan dengan dibangunnya taman ini, Taman Maluku yang sebelumnya kurang peminatnya, menjadi lebih nyaman untuk dikunjungi,” katanya.

3. Bandung punya Command Center, ruang pemantau kota ala Star Trek

Mimpi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerapkan kotanya menjadi smart city sedikit demi sedikit terwujud. Command Center dihadirkan untuk mempermudah pengawasan Kota Bandung dalam satu ruangan. Command Center layaknya film hollywood seperti Star Trek itu benar ada di Bandung.

Dalam Command Center terdapat banyak aplikasi yang bisa memonitor langsung keadaan kota kembang tersebut. Misalnya CCTV yang merekam keadaan lalu lintas sehingga pelanggar akan terdeteksi langsung. Bandung sebagai kota maju dan pintar seperti apa yang diinginkan Emil–panggilan akrab Ridwan Kamil– terus berevolusi.

Sekarang zaman serba canggih, pengawasan tak seharusnya dilakukan secara manual. Penggunaan dengan 150 aplikasi di dalamnya beserta alat pendukung bisa diberdayakan memonitor Bandung.

Senin (19/1) Emil memantau langsung uji coba kecanggihan sistem Command Center yang desain ruangan markasnya mirip ‘sarang tawon’. Dia terperanga dengan kecanggihan Command Center. Mulai hari ini Bandung tengah menatap cara baru dalam pelayanan publik.

“Kita mulai sebuah cara baru dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik,” terangnya usai peninjauan Command Center.

Dengan keberadaan fasilitas ini diharapkan keluhan yang dialami warga Bandung bisa direspon cepat. “Kita akan menggunakan teknologi untuk mengetahui permasalahan berdasarkan informasi dan mengambil keputusan lebih cepat,” katanya.

Untuk saat ini sistem kerja Command Center yang menelan dana Rp 27 miliar itu masih dioperasikan petugas Diskominfo Pemkot Bandung. Di ruangan canggih ini tampak layar monitor jumbo yang terkoneksi sambungan kamera CCTV di sejumlah titik dan akses internet.

Tiga layar monitor layar sentuh dalam satu meja disiapkan khusus untuk Komandan Command Center. Meja-meja operator dilengkapi komputer dan telepon gagang berfitur canggih. “15 orang pintar dan canggih akan mengoperasikan dari dalam ruangan ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, sebanyak 68 unit kamera CCTV sudah terpasang menyebar di kawasan Bandung. Namun baru 20 yang terkoneksi langsung dengan Command Center.

4. Bandung minta Rp 3 triliun untuk bangun LRT

Ridwan Kamil juga meminta pemerintah pusat membantu pembangunan moda transportasi umum di Kota Kembang ini. Sebagai kompensasi kenaikan BBM kemarin misalnya, pria yang akrab disapa Emil itu, meminta kepada Wapres Jusuf Kalla (JK) sebesar Rp 3 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Duit Rp 3 triliun itu menurut dia untuk memenuhi pembangunan Light Rapid Transit (LRT) satu koridor. LRT dianggap bisa diterapkan karena mampu menampung banyak penumpang dan dapat beroperasi di kawasan perkotaan yang memiliki konstruksi ringan serta bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus.

Pemkot Bandung memang berencana membangun dua koridor LRT senilai Rp 6 triliun yakni pada 2015 mendatang. Penjajakan bersama perusahaan dalam dan luar negeri hingga saat ini terus dilakukan untuk proses lelang.

“Saya menyampaikan minta dukungan karena BBM naik, sehingga saya mohon Bandung di bantu LRT itu dari APBN, bantuan minimal satu koridor Rp 3 triliun,” kata Emil di Pendopo Bandung, Jumat (28/11).

Pria lulusan ITB baru saja melakukan pertemuan dengan JK di Jakarta, Kamis (27/11) kemarin. Dengan naiknya BBM bersubsidi pada 17 November lalu, Emil menyebut pemerintah pusat memiliki duit Rp 300 triliun. “Sehingga Bandung minta 1 persen saja. Dan ternyata ini didukung Pak JK,” terang pria berkaca mata tersebut.

Moda transportasi massal modern ini menggunakan skema public private partnership (PPP). Jika pendanaannya mendapatkan bantuan penuh dari pemerintah pusat, pelaksanaannya akan lebih cepat karena tidak menggunakan PPP.