Serbuan produk asing rupanya tidak mematahkan semangat anak bangsa untuk terus membuat terobosan baru agar dikenal di percaturan otomotif Internasional. Salah satunya produk keluaran PT Fin Komodo Teknologi.

FIN Komodo memproduksi mobil off road utility vehicle yang diperuntukkan jalur non aspal. Direktur Marketing FIN Komodo Teknologi, Dewa Yuniardi menuturkan mobil dengan kapasitas 2 orang ini mulai diproduksi sejak 2008.

“Dalam setahun bisa produksi 120 unit,” ungkapnya saat ditemui di Pameran Produk Dalam Negeri, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).

Dewa menceritakan, awal mula dibuatnya mobil dengan mesin 4 stroke 250 CC. Salah satu faktornya adalah gempuran mobil buatan asing untuk jalan beraspal. “Awalnya kita melihat di Indonesia ini macet, tapi enggak ada satu pun mobil produksi kita,” jelas Dewa.

Akhirnya pihaknya memilih pasar teknologi mobil untuk non-aspal. Dewa menambahkan, off road utility vehicle tersebut lahir untuk operasional perusahaan yang kerap beroperasi di pedalaman atau kawasan perkebunan dan pertambangan.

“Seperti perusahaan perkebunan dan perhutanan. Jadi yang membedakan dari mobil untuk aspal itu ya fungsi dari mobil komodo ini,” ucapnya.

Mobil yang diproduksi di Cimahi, Jawa Barat ini memiliki 5 tipe. Mulai dari tipe standar, full aksesoris, tipe medifec atau ambulans, tipe pemadam kebakaran, dan tipe penyiraman.

Idealnya, 1 unit off road vehicle ini digunakan untuk 5 hektar. “Itu idealnya. Kalau lebih dari 5 hektar ya takutnya enggak kuat. Tapi biasanya ada yang gunakan 1 unit untuk 20 hektar juva,” papar Dewa.

Sejauh ini, lanjut Dewa, pihaknya telah menggandeng 10 distributor mobil di seluruh Indonesia. “Diantaranya Jambi, Pekanbaru, Sumsel, Jatim, Jabar, Jakarta, Kaltim, Kalsel, Kalteng dan Medan,” katanya.