Sebagai negara yang baru beralih menjadi salah satu negara adidaya di dunia, China dikabarkan mengalami masalah yang cukup pelik, yakni kemacetan. Saking parahnya, salah satu cara yang harus diterapkan adalah membuat mobil terbang!

Seperti yang dilansir oleh WJS (30/6), CEO Terrafugia (sebuah perusahaan pengembang mobil terbang asal Amerika), Carl Dietrich, mengungkapkan bila mobil terbang bisa menjadi solusi tepat untuk memecah kemacetan di China.

Terrafugia rencananya akan melakukan launching mobil terbang pertama ke pasaran tahun 2015 nanti di Amerika yang diberi nama The Transition. Mobil terbang tersebut memiliki empat kursi penumpang dan mampu untuk terbang atau mendarat secara vertikal, tanpa harus menggunakan landasan pacu.

China nampaknya juga menaruh kesan positif terhadap mobil jenis baru bertenaga mesin hybrid tersebut. Namun, beberapa kalangan meragukan kebijakan dari pemerintah China terhadap penggunaan The Transition di masa depan.

Memang hingga saat ini belum ada celah yang memungkinkan untuk menyatukan The Transition ke dalam lalu lintas penerbangan di Negeri Tirai Bambu karena peraturan penerbangan yang sangat ketat.

Dietrich juga menegaskan bila masa depan dari mobil terbang ini akan sangat serah apabila pemerintah China mau sedikit melonggarkan aturan untuk penerbangan pribadi, yang nantinya menjadi ranah bagi mobil terbang seri TF-X itu.

CEO Terrafugia itu menjelaskan bila The Transitionsangat aman digunakan, sebab telah terintegrasi dengan pengendali komputer. Sehingga pengemudi tidak bisa menggunakannya secara asal-asalan.