EQUITYWORLD FUTURES – Keputusan tentang pergelaran MotoGP Indonesia belum menemui titik terang. Sebab, tempatnya masih membingungkan, pertama disebutkan di Sirkuit Sentul, lalu pindah ke Jakabaring, Palembang dan kini kabar terbarunya kembali lagi ke tangan Tinton Soeprapto (Direktur Sirkuit Sentul).

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, menjelaskan, pihak Sentul dikabarkan sudah siap menyelenggarakan MotoGP 2017. Namun, keputusan resminya belum bisa diungkapkan, karena masih menunggu kabar dari presiden.

“Belum ada update terbaru lagi. Kita masih menunggu, tetapi Sentul sudah siap untuk tahun depan,” ujar Gatot saat dihubungi KompasOtomotif, Kamis (28/4/2016) sore.

Sementara itu, Irawan Sucahyono, Circuit Advisor Sentul, menambahkan, sekitar dua pekan lalu pihaknya kembali bertemu dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Inti pembahasannya itu adalah Menpora Imam Nahrawi setuju jika balapan motor tingkat dunia itu berlangsung di Sirkuit Sentul tahun depan.

Ghulam/Otomania Marc dan Dani saat menyapa dari dekat penggemarnya.

“Intinya Menpora setuju kalau MotoGP diadakan di Sentul 2017, 2018, dan 2019. Kita bersama Menpora sudah membuat surat kepada presiden dan tinggal menunggu keputusannya saja,” kata Irawan kepada KompasOtomotif, Kamis (28/4/2016) sore.

Irawan melanjutkan, skemanya sudah berbeda, karena pembiayaan pembangunan sirkuitnya sudah tidak lagi menggunakan uang negara, melainkan dari pihak swasta murni. Oleh karena itu, Menpora setuju dan kemungkinannya cukup besar.

“Karena kita tidak memberikan deadline, maka tunggu saja bagamana keputusan presiden. Kami berharap dalam waktu dekat ada kabar baik, agar bisa langsung melakukan renovasi sirkuit dan lain sebagainya,” ujar Irawan.

Jika presiden menyetujui, kata Irawan, maka MotoGP Indonesia akan berlangsung di Sentul pada Oktober tahun depan.

“Semua biayanya benar-benar sendiri dan segala hal kerjasama sifatnya business to business (B to B). Kita juga berharap masyarakat tetap mendukung, karena ini adalah kesempatan yang terbaik buat Indonesia,” kata Irawan.