EQUITYWORLD FUTURES – Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, mengatakan, mulai H-5 Lebaran, kendaraan truk dilarang melintas di jalur mudik. Larangan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2016 atau H-5 Lebaran hingga 9 Juli 2016 atau H+3 Lebaran.

Budiyanto menjelaskan, hal tersebut untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik dan arus balik.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan No 22 tahun 2016 tanggal 8 Juni 2016 tentang pengaturan lalu lintas larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang dan penutupan jembatan timbang pada masa angkutan Lebaran 1437 H.

“Dalam hal ini, angkutan barang yang dimaksud di antaranya kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk gandeng serta kendaraan kontainer dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua,” ujar Budiyanto dalam keterangannya, Senin (27/6/2016).

Namun, kata dia, truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), pengangkut bahan pokok dan pengangkut barang antaran pos tetap boleh melintas saat arus mudik. Selain itu, truk pengangkut motor untuk mudik gratis juga diperbolehkan.

“Truk pengangkut BBM dan BBG baru diperbolehkan. Atau bawa bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos. Kemudian kalau truknya bawa motor untuk pengangkutan mudik gratis juga diperbolehkan,” ucapnya.

Sementara itu, bagi kendaraan pengangkut air dalam kemasan, Budiyanto mengimbau agar mengirimkan barangnya sebelum hari pelarangan.

Namun, kata dia, truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), pengangkut bahan pokok dan pengangkut barang antaran pos tetap boleh melintas saat arus mudik. Selain itu, truk pengangkut motor untuk mudik gratis juga diperbolehkan.

Sementara itu, bagi kendaraan pengangkut air dalam kemasan, Budiyanto mengimbau agar mengirimkan barangnya sebelum hari pelarangan.

“Truk pengangkut BBM dan BBG baru diperbolehkan. Atau bawa bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos. Kemudian kalau truknya bawa motor untuk pengangkutan mudik gratis juga diperbolehkan,” ucapnya.

Sementara itu, bagi kendaraan pengangkut air dalam kemasan, Budiyanto mengimbau agar mengirimkan barangnya sebelum hari pelarangan.

Ia pun mengimbau agar para perusahaan pemilik jasa pengangkutan barang agar dapat menataati ketentuan peraturan perundang-undangan yang sudah ditetapkan. – Equity world Futures