Terpidana kasus suap Wisma Atlet dan proyek Hambalang, Muhammad Nazaruddin menyebutkan sejumlah nama saat dia menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor. Bahkan, beberapa nama-nama yang disebut Nazar itu kemudian dimasukkan ke tahanan KPK karena terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

Beberapa nama yang disebutnya, merupakan kader Partai Demokrat. Bahkan di antaranya ada yang dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Nazaruddin mengatakan, nama-nama tersebut memiliki peran berbeda dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor. Nazar juga bersikeras aliran uang di Kongres Demokrat berkaitan erat dengan kasus Wisma Atlet. Namun ucapan Nazar ternyata tidak terbukti dalam persidangan di Tipikor kalau aliran uang Wisma Atlet mengalir ke Kongres Demokrat.