EQUITYWORLD FUTURES – Biasanya, pihak dari Masjid Al Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyelenggarakan shalat Id mengikuti keputusan Muhammadiyah. Namun, beberapa anggota jemaah kecele karena setibanya di sana pagi tadi, tak ada pelaksanaan shalat Idul Adha.

Rahmat (42), warga Bekasi, salah seorang yang kecele. Dia mendatangi masjid tersebut pagi tadi, tetapi tak ada penyelenggaraan shalat Id di sana.

“Saya tadi ke Al Azhar karena biasanya di sana. Tapi, enggak ada, jadi saya ke sini, dekat kantor. Sebenarnya masih harus kerja, kan enggak libur hari ini,” kata Rahmat kepada Kompas.com, Rabu (23/9/2015).

Dia kemudian mencari tempat shalat yang dekat dengan kantornya. Sebab, dia harus tetap bekerja. Akhirnya, dia shalat Id di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jalan Limau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Syarif (35), warga Bogor, juga mengikuti shalat Id di halaman Kampus Uhamka. Sebab, dia harus tetap masuk kerja hari ini. Menurut dia, di Bogor, mayoritas akan melaksanakan shalat Id pada Kamis (24/9/15) besok.

“Saya dari Bogor, kebetulan di Bogor mayoritas enggak Muhammadiyah, dan di sini dekat kantor juga. Kantor enggak libur juga,” kata Syarif.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Syahrul Jamal, yang ditemui Kompas.com, menyayangkan karena hari ini banyak perusahaan yang tidak libur. “Tadi banyak yang telat, ya pada tidak libur juga kerjanya. Besok baru tanggal merah,” kata Syahrul.

Meskipun terjadi perbedaan waktu pelaksanaan hari raya Idul Adha, ia tetap berharap pelaksanaan shalat Idul Adha dan kurban hari ini lancar. Selain itu, ia juga sangat mendukung apabila ke depannya pelaksanaan Idul Adha akan serentak di seluruh Indonesia.

“Sebenarnya, kalau mau disatukan kalender hijriah bagus sekali. Kenapa pecah-pecah? Untuk menyatukan ini perlu kearifan dari ormas. Kalau mau disatukan, Muhammadiyah sangat mendukung. Kita sama, tetap damai, hanya beda waktunya saja,” kata Syahrul.