EQUITYWORLD FUTURES – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan kunjungan 3 juta wisatawan yang terdiri dari 1,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,5 juta wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2016.

“Tahun 2016 kita mengawali proses promosi dan branding kegiatan pariwisata. Kita menargetkan tiga juta wisatawan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohammad Fauzal dalam sambutan acara Launching Branding Pesona Lombok Sumbawa & Kalender Event 2016 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Fauzal mengatakan pada tahun 2016 adalah pertama kali untuk memberanikan diri menargetkan angka kunjungan wisatawan yang sama antara wisatawan nusantara dan mancanegara.

Ia optimistis pada tahun 2016 target kunjungan wisatawan akan dapat terlampaui. “Dari pasar domestik sangat menjanjikan. Oleh karena itu kita menargetkan 3 juta sebagai kontribusi 20 juta berdasarkan RPJMNAS,” jelasnya.

Menurut data Kementerian Pariwisata jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Nusa Tenggara Barat tahun 2012 sebanyak 2,25 juta, meningkat menjadi 2,49 juta pada 2013. Tahun 2014 jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Nusa Tenggara Barat naik menjadi 2,51 juta wisatawan nusantara.

Pada kesempatan yang sama, Fauzal juga meluncurkan branding dan kalender event pariwisata tahun 2016. Slogan pariwisata yang digunakan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah ‘Pesona Lombok dan Sumbawa’.

BARRY KUSUMA Para joki kuda peserta pacoa jara atau balap kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat, ini adalah anak-anak berumur 5 sampai 10 tahun.

Ia mengungkapkan perubahan slogan tersebut mengikuti slogan yang digunakan oleh Kementerian Pariwisata yaitu Pesona Indonesia.

Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty turut mengapreasiasi perubahan slogan pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk tahun 2016 tersebut. “Saya coba browsing apakah ada provinsi yang branding dengan pesona. Nah NTB adalah yang pertama kali. Kita apresiasi utuk kecepatannya,” kata Esthy.

Menurut data Kementerian Pariwisata jumlah kunjungan wisnus ke NTB sebagian besar mengunjungi obyek wisata alam, budaya, dan buatan di Lombok dan Sumbawa.