EQUITYWORLD FUTURES – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan wisata di Manado dan destinasi lain di Sulawesi Utara berkelas dunia, dan makin menarik perhatian wisatawan mancanegara.

“Atraksinya sudah kelas dunia. Wisata baharinya kuat, baik underwater maupun bentang pantai,” kata Arief Yahya di Jakarta, pekan lalu.

Pernyataan Menpar itu terkait dengan rencana pengembangan Pelabuhan Manado menjadi pelabuhan pariwisata.

Menanggapi hal tersebut, Meidy (37), warga Kombos Barat, Manado berpendapat bahwa obyek wisata di Manado memang kelas dunia, namun tidak ditunjang infrastruktur yang memadai.

“Pelabuhan wisata tidak memenuhi standar, begitu juga dengan akses menuju ke beberapa tempat wisata yang belum dibenahi maksimal,” ujar Meidy di Manado, Senin (13/6/2016).

Meidy juga menyoroti terkait permasalahan sampah di Bunaken yang belum teratasi sampai sekarang, Begitu pula rusaknya terumbu karang akibat ulah manusia sendiri.

“Perlu ada sosialisasi yang lebih intens lagi dari pemerintah kepada masyarakat tentang penyelamatan terumbu karang,” lanjutnya.

Sita (33), warga Sea juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya keamanan dan kebersihan di tempat-tempat wisata masih belum terjamin.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol Sejumlah wisatawan asing saat berkunjung di desa wisata Bahoi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

“Semoga ini menjadi perhatian pemerintah,” ujar Sita Robby (41), warga Ranomuut, yang secara kasat mata melihat kalau obyek wisata yang ada di daratan tidak ada yang menjual.

Robby juga menyoroti fasilitas penunjang seperti jalan, kebersihan dan perbaikan infrastruktur khususnya di Bunaken dan Pulau Manado Tua yang belum memadai.

“Yang paling utama mental dari warga kota Manado dalam menyambut turis dari luar,” pungkas Robby.