Penguatan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai harus diprioritaskan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2020. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh perbankan BUMN mendukung percepatan proses konsolidasi perbankan yang kini tengah dibahas pemerintah.

“Konsolidasi bank BUMN harus sesegera mungkin. Caranya bisa dengan konsolidasi institusional (merger, akuisisi) dan strategi. Kalau institusional perlu waktu, bisa dengan konsolidasi strategi,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di kediamannya, Jakarta, Selasa (29/7).

Dia menjelaskan, konsolidasi strategi yang dimaksudkan adalah penyamaan persepsi dan kebijakan perusahaan terkait wilayah dan jenis produk. Hal ini, bertujuan agar setiap bank mengetahui kewenangan masing-masing sehingga tidak ada yang tumpang tindih. “Agar lebih efisien dan efektif,” ucap dia.

Namun, proses konsolidasi kelembagaan tidak mudah dilakukan dalam waktu dekat. Untuk itu, dia berharap penerapan konsolidasi strategi yang sukses dapat dibahas lebih lanjut untuk dilihat kemungkinan penerapannya.

“Kalau ini sukses baru kita lihat ke depan. Ini kan berlanjut. Dari konsolidasi strategi lalu ke konsolidasi kelembagaan, itu nanti dilihat,” ucap dia.