EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak dunia kembali naik pada Rabu pagi, disokong oleh melemahnya dollar. Namun, harga berjangka minyak mentah AS masih dibawah 40 dollar AS per barrel, sementara Brent dibawah 42 dollar AS per barrel akibat melimpahnya pasokan serta melambatnya perekonomian yang memberatkan pasar.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berjangka CLc1 diperdagangkan di level 39,63 dollar AS per barrel, atau naik 12 sen dari harga kontrak sebelumnya. Harga ini masih dibawah 40dollar AS per barrel, sejak April 2016.

Perdagangan berjangka Brent LCOc1 diperdagangkan di 41,85dollar AS per barrel, naik 5 sen dari harga penutupan kontrak sebelumnya, dan gagal melebihi level 42 dollar AS per barrel.

Analis mengatakan melemahnya dollar AS, yang terpangkas 2,5 persen dibanding mata uang lain sejak Juli membuat pasar minyak terangkat sebab impor menggunakan dollar yang lebih murah.

EQUITYWORLD FUTURES : Dengan demikian, ke depan, demand minyak bisa naik.

“Risiko untuk minyak tetap ada sepanjang semester II tahun ini. Disrupsi suplai dan risiko lain terjadi di April-Juni. Tapi secara fundamental, dukungan kenaikan bertumbuh didukung oleh beberapa data positif,” kata Adam Longson dari Morgan Stanley, dalam nota outlook ke para klien.

Perbankan AS juga meliha pertumbuhan ekonomi global melemah, yang akan berpotensi menghantam demand bahan bakar. “Kami estimasi, pertumbuhan ekonomi global berada di bawah estimasi konsensus,” lanjut paparan Morgan Stanley.

Pasar minyak terganggu akibat kelebihan pasokan yang dimulai sejak dua tahun lalu, yang kemudian meluas ke produk hasil sulingan. Hal itu membuat banyak tanker minyak terisi, tak terjual dan masih berada di kapal-kapal tanker di lautan. – Equity world Futures