EQUITYWORLD FUTURES – Kamis (19/11/2015) pagi, Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Pabrik Kaltim-5 milik PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur.  Nilai proyek ini mencapai 576 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,78 triliun (kurs Rp 13.500 per dollar AS).

Pabrik Kaltim-5 merupakan realisasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2010 tentang Program Revitalisasi Industri Pupuk.

Pabrik pupuk ini dilengkapi dengan teknologi KBR Purifier untuk proses pembuatan amoniak dan Toyo Aces 21 untuk proses pembuatan urea. Dengan teknologi itu, Pabrik Kaltim-5 akan lebih efisien dan hemat energi.

Kapasitas produksi Pabrik 5 lebih besar dibanding kapasitas produksi pabrik pupuk lain yang dimiliki Pupuk Kaltim. Kapasitas pabrik mencapai 2.500 MTPD untuk amoniak dan 3.500 MTPD.

Sebenarnya, sejak Januari 2015, Pabrik 5 sudah mulai memproduksi amoniak dan urea.

Proyek pembangunan Pabrik 5 melibatkan Bontang dan dari berbagai daerah di Indonesia

Selain meresmikan Pabrik Pabrik Kaltim-5 Pupuk Kaltim, Presiden juga akan meresmikan beroperasinya Pabrik Asam Fosfat II.

Pabrik tersebut milik PT Petrokimia Gresik yang berada di bawah naungan PT Pupuk Indonesia (Persero). Nilai proyeknya sebesar 203 juta dollar AS.

Rencananya, acara itu akan dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Kerja, Pimpinan Komisi IV dan VI DPR RI, Gubernur Kalimantan Timur, Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), serta jajaran Komisaris dan Direksi dari Anak