Tergoda membeli aksesoris smartphone abal-abal memang menyenangkan di awal karena harganya yang murah. Di balik harga yang menggiurkan ternyata tersimpan resiko yang mematikan.

Setahun yang lalu, seorang pramugari asal China meninggal mendadak setelah dilaporkan terkena sengatan listrik saat menerima panggilan di iPhone 5 miliknya. Tak lama berselang, semakin banyak orang yang melaporkan mengalami sengatan listrik yang sama ketika memegang atau hanya menyentuh iPhone dan iPad mereka. Ada apa?

Seperti yang dilansir oleh PhoneArena (22/6), Apple menyalahkan charger atau alat pengisi daya tiruan untuk iPhone dan iPad sebagai biang keladinya. Charger abal-abal yang mayoritas buatan China itu memang terkenal sangat murah, tetapi harga yang sangat miring juga menyimpan alasan tersendiri.

Charger murah sebenarnya terbuat dari bahan-bahan kelas ‘rendahan’ pula, bahkan tanpa melalui proses uji kualitas dari pihak Apple. Lebih lanjut, charger-charger China itu diketahui bisa merusak bagian sirkuit pada iPhone yang digunakan sebagai pengatur pengisian daya pada baterai, yang biasa disebut chip U2.

Penggunaan charger murah bisa menimbulkan kebakaran pada chip U2 yang berujung pada ketidakmampuan iPhone untuk diisi dayanya. Alhasil, jika baterai iPhone habis saat chip U2 telah terbakar, bisa dijamin bahwa iPhone sudah tidak bisa digunakan lagi. Biaya penggantian chip U2 pun tak murah, bisa mencapai Rp 1 juta lebih.

Yang lebih berbahaya, charger abal-abal tidak memiliki mekanisme pengaturan daya yang masuk ke dalam smartphone. Hal ini memicu terjadinya kelebihan arus listrik yang mengalir pada iPhone sehingga bisa merusak komponen lain seperti prosesor. Bahkan pada beberapa kasus, iPhone dapat meledak saat dilakukan proses pengisian daya akibat kelebihan arus.

Bisa dibayangkan jika hal tersebut terjadi saat Anda atau keluarga memegang iPhone saat terjadi ledakan. Tidak hanya uang, tapi nyawa pun bisa melayang.