EQUITYWORLD FUTURES – Jumlah korban pasung di Jawa Timur terus berubah. Pemerintah kerap direpotkan dengan data korban pasung sebagai dasar penanganannya.

Untuk menjaga akurasi data korban pasung di Jawa Timur, digagas perangkat teknologi informasi berupa perangkat domain khusus untuk memperbaharui data korban pasung di Jawa Timur.

Melibatkan relawan di lapangan, perangkat E-Pasung diharapkan akan dapat menjaga fluktuasi data korban pasung di Jawa Timur. Domain tertutup itu pun bisa diakses oleh pihak yang berkepentingan sewaktu-waktu, bahkan melalui gadget.

“Semua korban pasung lengkap disajikan dari nama, alamat, identitas, bahkan instrumen alasan mengapa si korban dipasung,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sukesi, Senin (16/5/2016).

Data tersebut dilaporkan oleh ratusan relawan kesejahteraan sosial yang tersebar di masing-masing kecamatan di Jawa Timur.

“Relawan tidak hanya meng-input data, mereka juga bertugas mendampingi dan memotivasi keluarga korban, serta meminimalisir stigma negatif korban pasung,” tambahnya.

Memasuki pekan ketiga Mei 2016, jumlah psikotik yang terpasang di Jawa Timur mencapai 2.090 orang. Sebanyak 727 di antaranya masih dipasung, 405 dalam perawatan, dan sisanya sudah bebas pasung.

“Status bebas pasung bukan berarti dia tidak lagi dipasung. Mereka masih memiliki potensi tinggi untuk dipasung oleh keluarganya sewaktu-waktu,” jelasnya.

Para korban, kata Sukesi, dipasung dengan berbagai cara seperti dirantai dan digembok di tempat khusus, atau dikurung dalam kamar.

Dari data korban pasung di Jawa Timur yang disajikan E-Pasung, lima daerah tercatat memiliki jumlah korban pasung paling banyak, yakni Pacitan, Sampang, Malang, Kediri, dan Ponorogo.