EQUITYWORLD FUTURES – Dinas Kesehatan Provinsi Papua tak menemukan adanya vaksin palsu dalam pemeriksaan di puskesmas dan klinik di 29 kabupaten/kota di seluruh Papua selama dua hari terakhir.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giay dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (1/7/2016).

Aloysius mengatakan, tim yang diterjunkan untuk pemeriksaan di puskesmas-puskesmas berasal dari Dinas Kesehatan setempat, pihak kepolisian, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Papua.

“Kami kemarin telah menyelesaikan pemeriksaan sejumlah puskesmas dan rumah sakit di tiga wilayah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom. Hasilnya tak ditemukan vaksin palsu,” kata Aloysius.

Ia menuturkan, tak adanya vaksin palsu karena proses distribusi hanya melalui satu pintu, yakni Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Dari instansi kami, seluruh vaksin kemudian disebar ke gudang penyimpan vaksin di seluruh dinas kesehatan di Papua,” tutur Aloysius.

Ia pun mengimbau agar masyarakat Papua tak perlu takut membawa anaknya ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

Tak memadai

Sementara itu, sejumlah puskesmas dan klinik di Kota Jayapura, Papua, tidak memiliki tempat penyimpanan vaksin yang memadai. Petugas medis terpaksa menyimpan vaksin di dalam lemari pendingin.

Fakta ini terungkap dari hasil inspeksi mendadak tim gabungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Polda Papua, dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Papua di sejumlah puskesmas dan klinik di Jayapura, Kamis (30/6/2016) kemarin.

Tak adanya tempat khusus penyimpanan vaksin terlihat di Puskesmas Tanjung Ria, Puskesmas Imbi, dan Klinik Medika Papua.

Vaksin yang disimpan dalam lemari es di tiga tempat ini seperti vaksin Polio, vaksin Campak, vaksin Tetanus, dan vaksin untuk penyakit Hepatitis B.

Kepala Seksi Surveilans dan Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Ahmad Juri saat diwawancarai seusai sidak mengakui, banyak puskesmas yang belum memiliki tempat khusus untuk penyimpanan vaksin.

“Dalam temuan ini, banyak tempat penyimpanan khusus vaksin yang telah rusak. Mereka terpaksa menggunakan lemari es untuk menyimpan vaksin,” kata Ahmad. – Equity world Futures