EQUITYWORLD FUTURES – Peluang usaha di bidang teknologi keuangan (financial technology/FinTech) di Indonesia dinilai sangat berlimpah, terutama sebagai marketplace lenders, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Demikian paparan hasil riset Oliver Wyman, lembaga konsultan manajemen internasional, dan Modalku, platform peer-to-peer lending di Indonesia, dalam laporan berjudul “Time for Marketplace Lending: Addressing Indonesia’s Missing Middle”.

Dalam laporan tersebut, potensi pembiayaan fintech di indonesia mencapai 130 miliar dollar AS, dimana sebanyak 54 miliar dollar AS ditargetkan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 57 juta usaha mikro, namun kurang dari satu persen dari usaha tersebut dapat berkembang menjadi UKM dengan daya saing yang baik.

Berkaca dari pengalaman negara lain, FinTech hadir sebagai solusi untuk mengembangkan UKM menjadi lebih maju.

Menurut Ketua Oliver Wyman bagian Indonesia, Jason Ekberg, Indonesia memiliki kesempatan dalam menggunakan fintech untuk mengisi kekosongan dana, mempengaruhi ekonomi, dan memberi dampak positif bagi jutaan orang di negara ini.

Menurut dia, tema inklusi keuangan telah didiskusikan oleh para individu dan pengusaha mikro selama bertahun-tahun.

Fintech adalah sarana baru yang dapat digunakan pemerintah dan regulator guna mempercepat upaya mencapai inklusi keuangan.

“Pasar berkembang lain, seperti China adalah pelajaran bagi kami, karena menunjukkan betapa transformatif usaha fintech,” kata dia melalui rilis ke Kompas.com.

Namun, agar berhasil, perlu koordinasi yang baik antara sektor swasta dan publik, juga kepastian dukungan dari regulator untuk memupuk pertumbuhan.

Laporan tersebut menunjukkan dua kekurangan di Indonesia yang dapat diperbaiki, yakni dengan kosongnya dana untuk “Missing Middle” sebesar 54 miliar dollar AS (proyeksi 2020), dan aset tak bergerak sebesar 210 miliar dollar AS (proyeksi 2020). Ini adalah kesempatan pasar yang besar.

Pendanaan Alternatif

Sementara itu, Iwan Kurniawan, Chief Operating Officer Modalku, menilai Peer-to-peer atau marketplace lending mewakili sumber pendanaan alternatif yang penting bagi UMKM.

Menurut dia, platform marketplace yang efektif dapat menggunakan distribusi digital, credit underwriting via teknologi, dan kemampuan platform menghubungkan pemberi pinjaman dan peminjam untuk melayani usaha mikro dan kecil yang kurang pendanaan.

“Untuk menciptakan perkembangan yang sehat bagi business model ini, platform marketplace lending perlu bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bank, untuk bertindak demi kebaikan konsumen dan sistem finansial,” kata Iwan.