Liputan6.com, New York – Uang palsu biasanya identik dengan tindakan kriminal dan cenderung merugikan. Tapi siapa sangka, uang palsu ternyata justru dapat menyelamatkan sebuah bisnis dari kerugian besar seperti yang terjadi pada penyedia jasa cuci dan pengeringan baju di Rhode Island, Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari Guns.com, Kamis (1/5/2014), awal pekan ini, beberapa pegawai usaha jasa pencucian baju dikagetkan dengan kedatangan seorang perampok yang langsung berteriak meminta uang. Perampok yang mengenakan topeng hitam tersebut menyembunyikan sebuah benda di dalam kantong plastik dan mengatakan itu adalah pisau.

Seluruh pegawai sontak kaget dan sangat ketakutan menghadapi perampok yang sangat tergesa-gesa dan terus berteriak dirinya membutuhkan banyak uang. Dia meneriaki para pegawai agar segera memberinya uang yang diminta.

Salah seorang pegawai lalu memberikan uang sebesar US$ 20 pada si perampok. Tak puas dengan jumlah uang yang diterimanya, dia berteriak semakin keras meminta sang pegawai untuk memberinya lebih banyak.

Tak kehabisan akal, di tengah suasana yang menegangkan tersebut, seorang lantas menyerahkan sejumlah uang palsu. Uniknya, sang perampok tidak menyadari uang tersebut ternyata palsu.

Belakangan diketahui, si perampok ternyata tidak membawa senjata apapun melainkan hanya menggenggam kentang dalam kantong plastiknya. Pemilik jasa pencucian baju itu memang sengaja menyiapkan uang palsu setelah beberapa tahun lalu tokonya sempat didatangi perampok.

Wilayah tempat bisnis itu berdiri memang rentan perampokan. Hanya selang beberapa menit sebelum perampokan tersebut menimpa tempat jasa pencucian baju tersebut, tindakan kriminal serupa terjadi tak jauh dari sana.

Uniknya, perampok tersebut juga mengenakan topeng dan bersenjatakan kentang. Berbeda dengan kasus di atas, manajer toko mengejar si perampok dengan menggunakan tongkat baseball.

Liputan6.com, New York – Uang palsu biasanya identik dengan tindakan kriminal dan cenderung merugikan. Tapi siapa sangka, uang palsu ternyata justru dapat menyelamatkan sebuah bisnis dari kerugian besar seperti yang terjadi pada penyedia jasa cuci dan pengeringan baju di Rhode Island, Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari Guns.com, Kamis (1/5/2014), awal pekan ini, beberapa pegawai usaha jasa pencucian baju dikagetkan dengan kedatangan seorang perampok yang langsung berteriak meminta uang. Perampok yang mengenakan topeng hitam tersebut menyembunyikan sebuah benda di dalam kantong plastik dan mengatakan itu adalah pisau.

Seluruh pegawai sontak kaget dan sangat ketakutan menghadapi perampok yang sangat tergesa-gesa dan terus berteriak dirinya membutuhkan banyak uang. Dia meneriaki para pegawai agar segera memberinya uang yang diminta.

Salah seorang pegawai lalu memberikan uang sebesar US$ 20 pada si perampok. Tak puas dengan jumlah uang yang diterimanya, dia berteriak semakin keras meminta sang pegawai untuk memberinya lebih banyak.

Tak kehabisan akal, di tengah suasana yang menegangkan tersebut, seorang lantas menyerahkan sejumlah uang palsu. Uniknya, sang perampok tidak menyadari uang tersebut ternyata palsu.

Belakangan diketahui, si perampok ternyata tidak membawa senjata apapun melainkan hanya menggenggam kentang dalam kantong plastiknya. Pemilik jasa pencucian baju itu memang sengaja menyiapkan uang palsu setelah beberapa tahun lalu tokonya sempat didatangi perampok.

Wilayah tempat bisnis itu berdiri memang rentan perampokan. Hanya selang beberapa menit sebelum perampokan tersebut menimpa tempat jasa pencucian baju tersebut, tindakan kriminal serupa terjadi tak jauh dari sana.

Uniknya, perampok tersebut juga mengenakan topeng dan bersenjatakan kentang. Berbeda dengan kasus di atas, manajer toko mengejar si perampok dengan menggunakan tongkat baseball.

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2044005/pegawai-laundry-tipu-perampok-pakai-uang-palsu#sthash.oJe5Xl8T.dpuf