Ketakutan akan hukuman dari orang tua ketika gagal ujian telah membuat sebagian pelajar di China gelap mata. Untuk mendapatkan nilai memuaskan, mereka menggunakan alat-alat canggih untuk menyontek saat ujian berlangsung.

Minggu lalu, pemerintah China telah ‘memamerkan’ alat-alat buatan siswanya yang dipergunakan untuk berhubungan dengan ‘dunia luar’ ketika menghadapi ‘Gaokao’ atau ujian masuk universitas di Negeri Tirai Bambu itu, Daily Mail (13/6).

Pejabat keamanan di provinsi Jinlin, Jiangsu, dan Guangdong mengungkapkan jika terdapat siswa yang menggunakan rompi yang dilengkapi oleh radio untuk melancarkan aksi contekan tersebut.

Parahnya, siswa-siswa tersebut memakai sebuah pulpen yang dilengkapi dengan kamera tersembunyi untuk mengambil gambar soal ujian, layaknya agen mata-mata ‘007’ James Bond. Lantas mereka mengirimnya lewat rompi atau kaos dalam yang telah diberi teknologi radio lewat suatu ponsel ke ‘penerima’ yang juga bertugas mengerjakan soal-soal tersebut.

Setelah soal berhasil didapat, si ‘penerima’ pun langsung mengirimkan balik jawaban melalui ponsel yang telah disembunyikan oleh peserta ujian. Hebatnya, terdapat pula kunci jawaban yang berupa pembahasan lisan yang bisa disambungkan ke earphone mini tersembunyi di telinga mereka untuk dapat didengar secara langsung.

Kejadian ini terungkap setelah polisi di provinsi Hubei, Shandong, dan Hebei yang menangkap beberapa kelompok yang dicurigai membantu siswa melakukan contekan masal tersebut.

Ujian ‘Gaokao’ yang telah dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 Juni kemarin menjadi rebutan 9,5 juta siswa dari seluruh daratan China.

China sendiri terkenal sangat menghargai pendidikan, sehingga banyak orang tua yang rela mengirim anaknya ke sekolah-sekolah terbaik, walau jaraknya bisa mencapai puluhan kilometer tiap harinya. Oleh karena itu, kegagalan ketika ujian dianggap akan sangat menyakitkan dan berujung pada hukuman keras.

Apakah hal ini bisa terjadi di ujian masuk universitas di Indonesia (SBMPTN) besok?