Pembatasan penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Banyumas Jawa Tengah mulai terasa. Kebijakan pembatasan tersebut mengakibatkan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sekitar Purwokerto berkurang hingga lebih dari 50 persen dari jatah biasanya.

Petugas SPBU di Pabuwaran Purwokerto, Muhammad (40), mengatakan saat ini di tempat kerjanya jumlah BBM bersubsidi berkurang dari 24-16 ribu kiloliter per hari menjadi 8 ribu kiloliter per hari. “Tadi pagi sempat kosong dan akhirnya banyak warga yang membeli pertamax,” ujarnya, Selasa (26/8).

Kondisi serupa juga diakui terjadi di SPBU Jalan Gerilya Purwokerto. Seorang petugas di SPBU Jalan Gerilya, Andi (30), mengatakan sudah ada pembatasan sejak beberapa hari terakhir.

“Hanya ada pengiriman sekali sebanyak 8 ribu kilo liter solar dan premium. Padahal biasanya sampai 2-3 kali per hari sampai 24 ribu kilo liter,” katanya.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Banyumas, Anas Pribadi, mengakui ada pembatasan BBM bersubsidi. Namun, ia memastikan penyaluran BBM bersubsidi di Banyumas tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan seperti wilayah lain.