Pemerintah Aceh pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda), Aceh Selasa (2/9) yang ke-55 mengklaim bahwa dunia pendidikan di Aceh semakin membaik dan terus terjadi peningkatan selama kepemimpinan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (ZIKIR). Bahkan Pemerintah Aceh membeberkan sejumlah prestasi yang telah ditoreh putra-putri Aceh.

Peringatan Hardikda Aceh berlangsung di lapangan Tugu Darussalam yang menjadi pusat pendidikan Aceh dan tempat berdirinya 3 perguruan tinggi tertua di Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry dan juga Dayah (Pesantren) Manyang Tgk. Chik Pante Kulu. Ketiga lembaga pendidikan tinggi ini berada dalam satu kampus yang dinamakan Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Dermawan mewakili Gubernur Aceh mengatakan, ada banyak keberhasilan yang telah ditoreh oleh pemerintah pada dunia pendidikan di Aceh. Diantaranya telah berhasil meningkatkan angka melek huruf di Aceh dalam dua tahun terakhir ini.

“Alhamdulillah kita telah dapat meningkatkan angka melek huruf penduduk dewasa tahun 2013 sebesar 96,11% dari tahun sebelumnya sebesar 96,06%. Kita juga berhasil menekan angka putus sekolah (APTS) secara signifikan, sehingga Aceh termasuk ke dalam 5 provinsi dengan angka putus sekolah terendah di Indonesia pada Tahun 2013,” kata Dermawan.

Selain itu bila dilihat dari sudut indikator fundamental pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), pendidikan Aceh semakin bergerak naik mencapai angka ideal, hampir berada di posisi rata-rata nasional dengan nilai rata-rata SNP Aceh 63,49% atau berada pada peringkat 15 dari 33 Provinsi.

Prestasi lain yang pernah ditoreh oleh putra-putri Aceh seperti Olimpiade sains, perlombaan karya ilmiah, perlombaan guru dan kepala sekolah berprestasi, dan lain sebagainya. Dari 20 even yang diikuti, kita mendapatkan 78 penghargaan yang terdiri dari 14 emas, 21 perak, 28 perunggu, dan 15 juara harapan.

Secara umum, jelasnya, dari segi Ujian Nasional (UN) juga telah terjadi kenaikan yang sangat signifikan, kelulusan UN SMA Tahun 2013 dari 96,95 % menjadi 98,62 % pada Tahun 2014, kelulusan UN SMP Tahun 2013 dari 98,22 % menjadi 99,63 % pada tahun 2014.

“Nilai UN yang dicapai siswa Aceh juga telah lebih baik, misalnya rangking nilai Matematika dan Bahasa Inggris kelompok IPA SMA berada di posisi urutan 5 nasional,” tukasnya.

Sedangkan anggaran juga terus ditambah kata Dermawan, pada tahun 2013 dana pendidikan Rp 150 miliyar dan terjadi peningkatan pada tahun 2014 Rp 500 milyar digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.

“Saya yakin dengan potensi-potensi yang kita miliki dan kerjasama dari semua elemen dan stakeholders pendidikan, kebangkitan pendidikan Aceh akan segera terwujud,” tutupnya.