Kementerian Badan Usaha Milik Negara sedang mengkaji kemungkinan membeli kembali saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang kini mayoritas dikuasai investor Qatar. Perkembangan harga saham perusahaan telekomunikasi itu akan menentukan jadi tidaknya kebijakan tersebut.

“Benar, buyback sedang dikaji,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelum mengikuti rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9).

Dahlan pernah mengusulkan buyback bekas BUMN tersebut pada 2013, karena aset-asetnya strategis. Indosat diketahui merupakan salah satu pelopor perusahaan memiliki satelit privat di Asia pada era 1990-an.

Presiden Terpilih Joko Widodo juga mewacanakan kemungkinan membeli kembali saham mayoritas Indosat saat debat capres Mei lalu.

Adapun kemungkinan buyback sangat ditentukan oleh perkembangan saham, sebab Indosat sudah melantai di bursa. “Kalau mahal sekali (harga sahamnya), apa perlu,” kata Dahlan.

Menilik data dari Yahoo Finance, pada perdagangan hari ini, saham Indosat melemah 0,12 persen, ke level Rp 4.105 per lembarnya. Volume perdagangan ISAT mencapai 56.900 lot saham dengan level resistance di kisaran Rp 3.800 hingga Rp 4.150 per lembar.

Sedangkan dilansir Antara, kemarin, CEO Ooredoo Nasser Marafih yang menguasai mayoritas saham Indosat tak berniat menjual kembali perusahaan itu ke Indonesia. Pemerintah juga belum pernah menghubungi pihaknya untuk menjajaki kemungkinan buyback.

“Kami tidak memiliki rencana menjual saham Indosat karena Indosat menjadi aset penting dan strategis bagi Grup Ooredoo. Ini investasi jangka panjang,” kata Nasser di Yogyakarta.

Indosat dijual pada 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri ke investor Temasek asal Singapura. Alasan pemerintah saat itu perlu ada pemasukan segar mengisi kas negara dan membayar utang luar negeri.