EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 9 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN), Selasa (24/11). Serapan itu sesuai dengan target maksimal yang telah ditetapkan pemerintah.

Pialang  di Divisi Treasury BNI tengah memperhatikan pergerakan saham dan perdagangan obligasi di dealing room, Gedung BNI, Jakarta, Jumat (23/10). Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 9 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN), Selasa (24/11). Serapan itu sesuai dengan target maksimal yang telah ditetapkan pemerintah.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPialang di Divisi Treasury BNI tengah memperhatikan pergerakan saham dan perdagangan obligasi di dealing room, Gedung BNI, Jakarta, Jumat (23/10). Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 9 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN), Selasa (24/11). Serapan itu sesuai dengan target maksimal yang telah ditetapkan pemerintah.

Pada lelang kali ini, total penawaran yang masuk Rp 17,85 triliun. Target indikatif pemerintah berada di antara Rp 6 triliun dan Rp 9 triliun. Berdasarkan data dari situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, ada empat seri SUN yang dimenangkan pemerintah.

Seri pertama adalah SPN12160805. Seri ini terserap Rp 1 triliun dengan imbal hasil tertimbang rata-rata 7,11 persen dan imbalan diskonto. Instrumen tersebut menghimpun penawaran sebesar Rp 1,52 triliun dengan imbal hasil tertinggi 7,4 persen dan imbal hasil terendah 7,05 persen. Seri ini jatuh tempo pada 5 Agustus 2016.

Seri kedua adalah FR0053 yang dimenangkan sekitar Rp 1,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 8,52 persen dan kupon bunga 8,25 persen. Jumlah penawaran dari investor yang masuk untuk seri ini mencapai Rp 4,52 triliun.

content

Seri ketiga adalah seri FR0056 yang diserap sekitar Rp 4,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,6 persen dan kupon 8,375 persen. Keempat, seri FR0073 yang dimenangkan sebesar Rp 1,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,86 persen dan kupon 8,75 persen.

Analis ANZ, Kumar Rachapudi, mengatakan, investor domestik juga mendukung lelang tersebut. “Imbal hasil riil juga lebih tinggi karena banyaknya permintaan dari investor domestik,” kata Kumar dalam risetnya.

Target peminjaman pada tahun 2015 sebesar Rp 481 triliun. Dari jumlah ini, sudah dilelang obligasi sebesar Rp 468 triliun dan sudah diselesaikan. Revisi jumlah pinjaman karena selisih fiskal dengan defisit baru sebesar 2,59 persen dari sebelumnya 2,2 persen.