Jika sebelumnya kita hanya mengetahui pemindai sinar X berukuran jumbo seperti yang ada di bandara atau rumah sakit, kini peneliti asal Amerika berhasil membuat versi mini dari alat tersebut.

American Science and Engineering (AS&E) adalah perusahaan yang telah berhasil membuat pemindai sinar X portabel pertama di dunia. Alat yang bernama Mini Z itu diklaim mampu menampilkan pemindaian terperinci secara real time pada benda-benda yang dicurigai mempunyai potensi disalah gunakan untuk kejahatan.

Mini Z mempunyai 2 bagian, yakni pemindai dan sebuah tablet yang digunakan sebagai alat penampil gambar hasil pemindaian. Pemindai Mini Z mempunyai kemampuan istimewa untuk mengenali alat-alat berbahaya yang terbuat dari plastik sekalipun, seperti senapan plastik 3D printing yang kini kian marak. AS&E juga menjamin jika pemindai ini tidak berbahaya bagi penggunanya sebab radiasi sinar X Mini Z sudah diminimalkan dan diatur pada jarak aman tertentu.

Tablet Mini Z sendiri menggunakan sistem operasi Windows terbaru, yaitu Windows 8.1 yang dapat segera menampilkan gambar hasil pemindaian tanpa memerlukan setingan khusus.

Layaknya alat pemindai sinar X versi jumbo, Mini Z juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemindaian menembus besi secara menyeluruh seperti pada truk atau kontainer.

AS&E menyatakan jika Mini Z sudah tersedia dan dijual secara bebas dengan harga yang cukup mahal, sekitar Rp 600 juta. Menurut Gizmodo (22/6), harga tersebut sudah setara dengan separuh harga dari pemindai sinar X ukuran besar. Meskipun hingga saat ini AS&E masih memasarkan Mini Z untuk kalangan militer dan praktisi hukum saja.