EQUITYWORLD FUTURES – Sebagian Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, siap dibuka kembali, Jumat (1/4/2016), setelah serangan teror 10 hari yang lalu. Namun, penerbangan belum bisa dilayani paling tidak sampai Jumat malam.

Bandara Zaventem ditutup sejak 22 Maret,  ketika dua pelaku serangan bom bunuh diri meledakkan diri mereka di ruang keberangkatan.

Operator bandara itu dalam pernyataannya menjelaskan, hanya 20 persen dari kapasitas normal di area keberangkatan akan dioperasikan.

Beberapa hari sebelumnya, otoritas bandara itu juga telah melaukan uji coba terhadap sistem check in sementara di bandara.

“Perusahaan Bandara Brussels telah menerima izin dari layanan pemadam kebakaran dan Otoritas Penerbangan Sipil Belgia untuk kembali menerima penumpang pesawat di bandara,” jelas pernyataan tersebut.

“Secara teknis bandara siap untuk kembali menerima penumpang pesawat dengan infrastuktur untuk check-in,” kata pernyataan itu.

“Bagaimanapun, otoritas belum memutuskan waktu pembukaan kembali bandara. Sampai Jumat malam tidak ada penumpang pesawat dari Bandara Brussels.”

Pernyataan itu menyebutkan sistem sementara dapat menerima 800 penumpang yang akan terbang setiap jamnya, jauh lebih sedikit dari jumlah normal.

“Langkah akhir untuk membuka kembali butuh persetujuan politik secara resmi. Saat ini, sudah diputuskan bahwa tidak akan ada penumpang sampai Jumat malam.”

Sebelumnya kepala eksekutif Arnaud Feist mengatakan pada awal pekan ini, pembukaan kembali bandara akan butuh waktu satu bulan.

Serangan di bandara dan bom bunuh diri di stasiun metro Maalbeek di pusat kota Brussels yang menewaskan 32 orang dan ratusan orang terluka.

Kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah telah mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.