EQUITYWORLD FUTURES – Direktur Utama Pelita Air Services Rifky E. Hardijanto berharap sertifikasi Bandara Pondok Cabe untuk penerbangan komersil bisa rampung pada Januari 2016. Bila itu tercapai, maka pengoperasian bandara milik Pertamina itu bisa dilakukan pada Februari 2015.

“Kita harapkan sertifikasi bisa tuntas pada Januari karena gini ya persolan perizinan kan ada di pemerintah yakni Kemenhub,” ujar Rifky E. Hardijanto saat dihubungi di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Saat ini ucap dia, perbaikan infrastruktur sudah dilakukan. Perbaikan itu meliputi pembangunan pagar bandara, pengaspalan ulang runway, hingga perbaikan alat-alat kenavigasian.

Menurut dia, Bandara Pondok Cabe bisa menjadi sangat penting bagi sektor perhubungan udara terutama di sekitar Jakarta. Sebab, saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah kelebihan kapasitas.

Sementara Bandara Halim Perdanakusuma masih menjadi menjadi bandara yang terbatas karena digunakan untuk penerbangan VVIP Presiden, Wakil Presiden, atau pejabat negara lainnya.

“Nah ini kan Pertamina membuka diri untuk kebutuhan meringankan beban Cengkareng dan Halim. Kan sekarang sudah overload disitu kan,” kata Rifky.

Luas area Bandara Pondok Cabe sendiri mencapai 170 hektar terdiri dari 116 hektar luas lahan bandara dan 54 hektar lahan lapangan golf. Sementara daya tampungnya diperkirakan mampu mencapai 600.000 penumpang per tahun.

Meski begitu, izin bandara menjadi bandara komersil masih harus menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.