EQUITYWORLD FUTURES – Pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, krisis ekonomi yang belakangan terjadi di dunia merupakan situasi yang normal dari sebuah proses liberalisasi.

“Begitu ekonomi terbuka dan liberalisasi semakin dalam, maka krisis ekonomi merupakan situasi yang normal. Jarak antarkrisis ekonomi sudah semakin pendek, empat tahun terakhir krisis terus,” kata Erani di Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Menurut Guru Besar Ekonomi Kelembagaan Universitas Brawijaya itu, saat ini pun Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi dan merupakan peristiwa yang normal dialami ke depan.

Oleh karena itu kebijakan untuk mengelola, menghadapi dan mengatasi krisis merupakan hal yang penting jika dikaitkan dengan upaya pemerintah menyelesaikan ketimpangan ekonomi di Indonesia.

“Misalnya ketika kasus stimulus fiskal tahun 2008-2009 itu menunjukkan bahwa 80 persen paket stimulus dinikmati orang menengah ke atas. Sedikit sekali yang digunakan untuk mengatasi golongan rumah tangga miskin,” katanya.

Menurut pria yang pernah menjadi moderator dalam Debat Capres-Cawapres Pemilu 2014 itu, kondisi tersebut dapat berimplikasi pada penerimaan pendapatan masyarakat menengah ke bawah. Dia berpendapat, masyarakat harus kritis ketika pemerintah menggulirkan kebijakan ekonomi, terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang.

“Saya harap kita semua masih punya ruang untuk kembali melihat hal-hal yang paling mendasar dalam bernegara bahwa kehidupan bersama yang harus kita bela,” kata Erani.