EQUITYWORLD FUTURES – Pengembang pendatang baru, PT Anugerah Citra Sejahtera semakin memantapkan strategi bisnisnya menghadapi tahun 2016.

Mereka menerapkan strategi keringanan pembayaran bagi konsumen dengan menawarkan skema tunai bertahap secara proporsional.

Dengan skema ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan penjualan, sebagaimana telah mereka telah mereka terapkan akhir tahun lalu.

Namun, di sisi lain, perusahaan ini justru menemui kesulitan yakni terganggunya arus kas.

“Walaupun penjualan meningkat karena kita kasih keringanan pembayaran konsumen, cash flow (arus kas) agak terganggu,” ujar Chief Executive Officer Benlis Butar Butar kepada Kompas.com, Senin (11/1/2016).

Arus kas yang terganggu ini, adalah akibat investasi perusahaan cukup besar sebelumnya.

Meski demikian, Benlis yakin 2016 akan menjadi tahun yang positif untuk perekonomian, khususnya di sektor properti.

Untuk itu, strateginya dalam menghadapi tahun ini adalah menerapkan skema keringanan pembayaran tunai bertahap tadi secara proporsional.

Sementara itu, untuk belanja modal, PT Anugerah Citra Sejahtera menyiapkan sebesar Rp 500 miliar. Duit senilai itu untuk mendanai 7 proyek.

Salah satu proyek yang dibangun adalah ruko dan rumah di Jatiwarna senilai Rp 50 miliar dan resor di Sentul senilai Rp 70 miliar.

Proyek di Jatiwarna antara lain adalah ruko yang dijual seharga Rp 2 milliar sebanyak 12 unit dan rumah seharga Rp 800 juta-an sebanyak 20 unit.

Adapun proyek perumahan yang tengah dalam tahap pembangunan adalah De Minimalist di Kalimalang, Bekasi.