EQUITYWORLD FUTURES – Adrian (37), nyaris jadi sasaran amukan sekelompok orang di sekitar stasiun Gambir, Rabu (5/8/2015) malam. Pasalnya, pria pengangguran tersebut nekat menguras saldo nasabah di salah satu anjungan tunai mandiri (ATM).

“Pelaku diduga telah menguras saldo salah satu nasabah di sebuah ATM,” ujar Kepala Pos Polisi (Pospo) Monas Timur, Iptu Sawali, Rabu (5/8/2015).

Menurut Sawali, pelaku diduga telah mengincar calon korbannya yang akan mengambil uang di ATM. Diam-diam pelaku akan mengikuti korbannya ke ATM dan berusaha untuk mengintip pin ATM-nya. Setelah itu, pelaku berharap korban lupa dengan kartu ATM saat beranjak dari bilik ATM. Sehingga, di sela waktu singkat itu, pelaku dapat kembali melakukan transaksi meski mesin meminta nasabah memasukkan PIN-nya.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lapangan, Sawali mengatakan jika pelaku sempat mengikuti korbannya hingga masuk ke ATM. Benar saja, harapan pelaku agar korbannya lupa akan kartunya, sesuai dengan rencana awal. Sehingga, begitu korban meninggalkan bilik ATM, pelaku langsung melanjutkan transaksi sebelum kartu ATM ditelan mesinnya.

“Begitu kartu ATM korban tertinggal, maka akan ada suara peringatan jika kartunya masih tertinggal di mesin ATM. Tapi, karena pelaku telah mengintip pin ATM-nya, maka transaksi tetap bisa dilakukan dan menguras saldo yang ada,” papar Sawali.

Namun, gerak-gerik pelaku dicurigai oleh salah satu sekuriti stasiun, Dwi Wijaya. Saat dipergoki Dwi, pelaku malah gugup hingga akhirnya kedoknya terbongkar. Diduga telah berbuat tindak pidana, pelaku pun digiring ke Pospol untuk dimintai keterangan.

Mengetahui ada seseorang yang diduga “maling” ditangkap petugas, sejumlah orang yang berada di sekitar stasiun pun ikut terpancing emosi. Pelaku pun nyaris dihajar saat digiring ke pospol.

“Waktu hendak dibawa ke pospol, pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa. Tapi, dapat segera diamankan petugas sebelum amukan semakin menjadi,” beber Sawali.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan dua kartu ATM BRI, satu kartu untuk mengakali ATM dan uang tunai sebesar Rp 1.250.000. Saat ini, pelaku dan sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Gambir untuk di proses lebih lanjut.

“Kita (Pospol Monas Timur) hanya mengamankan sementara. Untuk proses hukumnya akan ditindaklanjuti oleh pihak Polsek (Gambir),” demikian Sawali.