EQUITYWORLD FUTURES – Untuk pertama kalinya, 27 Desember 2014, perayaan Natal Nasional digelar di luar Ibu Kota Jakarta.

Presiden Joko Widodo yang saat itu baru terpilih sebagai Presiden RI, mengubah tradisi perayaan Natal Nasional dengan memindahkannya ke Jayapura, Papua.

Saat itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise yang juga berasal dari Papua, ditunjuk sebagai Ketua Umum Panitia Perayaaan Natal Nasional.

“Bu Menteri menyampaikan, bisa Pak. Siap dilakukan di Jayapura. Langsung saya perintah, ya langsung pindahkan saja dari Jakarta ke Jayapura,” kata Jokowi, dalam sambutannya saat itu.

Jokowi juga menyampaikan, Papua dipilih sebagai tempat perayaan Natal Nasional karena dia ingin berdialog secara langsung dengan masyarakat di Bumi Cendrawasih itu.

Ke depannya, Presiden berharap masa depan Papua akan lebih baik.

“Rakyat Papua juga butuh didengar dan diajak bicara,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan warga Papua yang hadir di Stadion Mandala.

Komitmen perayaan Natal Nasional di daerah ini pun berlanjut pada tahun ini. Kali ini, Natal diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/12/2015).

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong ditunjuk sebagai Ketua Umum Panitia Perayaaan Natal.

“Salah satu tujuan memilih Kupang jadi lokasi Natal Nasional adalah untuk menarik perhatian nasional terhadap wilayah NTT. Menarik perhatian dunia. Terutama peluangnya, ciri khas daerah, semangat masyarakat yang begitu positif dan baik hati,” kata Thomas.

Nantinya, sepuluh ribu masyarakat NTT baik Katolik, Protestan, Hindu, Muslim dan Budha akan diundang untuk hadir dalam acara ini.

Seluruh masyarakat Indonesia bisa menyaksikan perayaan Natal ini karena disiarkan langsung di TVRI.

Selain itu, duta besar negara-negara sahabat juga akan diundang, sehingga perayaan Natal ini secara tidak langsung akan menjadi konsumsi dunia.

Berbagai kesenian dan tari adat khas NTT juga akan ditampilkan. Ada pula kolaborasi antara adzan dan ave maria hingga pentas qasidah untuk menggambarkan keberagaman di NTT.

“Sebelum Pak Jokowi, Natal Nasional itu selalu di Jakarta. Sekarang keliling ke daerah. Ini sesuai dengan janji nawacita yang menginginkan pembangunan dari pinggiran, dan tentunya ini sekaligus peluang untuk memperagakan ciri khas daerah,” kata Thomas.

Bersamaan dengan perayaan Natal ini, pihak panitia mengumpulkan dana dari sekitar 30 donatur sebesar Rp 1,8 miliar.

Dana itu digunakan untuk membantu sejumlah sekolah dengan berbagai sarana prasarana pendidikan seperti komputer, printer, hingga pengadaan sumur bor untuk menjaga ketersediaan air bersih.

Thomas berharap komitmen perayaan Natal di daerah ini bisa terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya.

“Kalau hemat kami, Jakarta sih sudah ada Pak Ahok. Sudah banyak pengusaha, sudah banyak kegiatan ekonomi, sudah banyak peluang. Tapi di luar Jawa itu butuh perhatian yang khusus,” tambahnya.