EQUITYWORLD FUTURES – Kemarin seorang perempuan berinisial YN (39) ditangkap petugas Lapas Kelas II A Banceuy, Selasa (30/12). Dia kedapatan menyelundupkan benda kristal diduga sabu ke dalam kemaluannya. Barang haram seberat 20 gram di buntel menggunakan alat kontrasepsi.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB. YN berhasil mengelabui petugas di pintu utama. Sial, gerak-gerik wanita asal Sumedang itu dicurigai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Banceuy Dendi Ruswendi saat hendak memasuki pemeriksaan di pos pengamanan ke dua.

“Setelah lolos di pintu pertama dia ke kamar mandi dulu. Kami pantau dulu, setelah keluar (kamar mandi) akhirnya kami lakukan kembali pemeriksaan,” kata Dendi di lokasi, Selasa (30/12).

Kasus perempuan menyelundupkan sabu-sabu dengan cara menyimpan di kemaluan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya beberapa kasus juga terjadi, misalnya seorang nenek 61 tahun di Bandung yang juga menyelundupkan sabu di kemaluannya.

Selain dua kasus itu, masih ada beberapa kasus lainnya, berikut ini seperti dirangkum merdeka.com:

1. Nenek 61 tahun selundupkan sabu ke penjara

OS, nenek 61 tahun kedapatan menyimpan enam paket sabu beserta seratusan pil dextro di kemaluannya. Barang haram itu akan diselundupkan dan diberikan kepada keponakannya, berinisial I, di Lapas Banceuy, dalam kasus narkoba.

Wanita asal Kampung Lemah Luhur, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, itu kini tengah dalam pemeriksaan petugas. Adapun barang bukti berupa enam paket sabu dan 126 butir pil dekstro telah diamankan petugas kepolisian.

Kalapas Narkotika Banceuy Agus Irianto menyebut, terungkapnya penyelundupan benda haram yang akan dimasukkan ke dalam lapas tersebut berawal dari kecurigaan gerak-gerik OS oleh petugas. Nenek tersebut terlihat gelisah saat akan membesuk keponakannya yang berasal dari Cianjur.

“Akhirnya petugas kami menggeledah dan benar bahwa pelaku memasukkan benda tersebut ke kemaluannya,” kata Agus saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/7).

Menurut dia, pil dekstro dan paket sabu dililit lakban, kemudian dimasukkan ke dalam kondom. “Setelah berada di dalam kondom lalu benda dimasukan ke kemaluannya,” terang dia.

2. Selundupkan sabu di kemaluan demi pacar

DEP (28) kedapatan menyelundupkan sabu di dalam kemaluannya oleh petugas Lapas Banceuy Bandung. DEP ini menyelundupkan sabu untuk kekasihnya BJ (31) yang kini tengah berada di balik jeruji besi dengan kasus sama.

Wanita asal Dusun Sukajaya RT 004/RW 009, Desa Cipasang, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang ini tengah dalam pemeriksaan petugas.

“Saya enggak tahu, dikira itu obat untuk tidur, soalnya saya dapat dari laki-laki yang saya enggak kenal tadi sebelum ke sini pakai motor,” ujar DEP di lokasi, Senin (2/6).

Dia mengaku setiba di lapas narkoba itu langsung memasukan sabu ke dalam kemaluan di toilet. “Masukinnya di toilet. Saya disuruh sama pacar saya. Saya tahunya itu obat tidur,” ungkapnya sembari menutupi wajah.

DEP menambahkan, pacarnya itu sudah berada di dalam Lapas Banceuy sejak lima tahun terakhir. Dia sendiri sudah berhubungan dengan BJ sejak dua tahun terakhir.

Kepala Lapas Banceuy, Agus Irianto mengatakan, pengunjung berinisial DEP (28) itu masuk pukul 10.30 WIB. Begitu masuk pintu utama, DEP digeledah oleh petugas bernama Erna.

“Seperti biasa, kita lakukan penggeledahan menyeluruh. Ternyata DEP ini menyembunyikan sesuatu di kemaluannya,” terangnya.

Di dalamnya ternyata ditemukan barang menyerupai sabu-sabu. “Ada dua plastik bertuliskan 25,30. Kami curigai itu sebagai sabu-sabu. Akhirnya DEP ini kita amankan,” jelasnya.

3. Simpan sabu di kemaluan buat suami

YN harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap petugas Lapas Kelas II A Banceuy, Bandung, Jawa Barat, karena kedapatan menyelundupkan narkoba diduga jenis sabu dan disimpan di kemaluannya. Benda haram itu sejatinya akan diserahkan kepada suaminya Budi Supriadi (35) terpidana kasus yang sama.

Dia diberi imbalan Rp 1,5 juta untuk mengantarkan barang haram itu. “Dibayarnya Rp 1,5 juta, dari seseorang laki-laki,” kata wanita asal Sumedang, Jabar, itu di Lapas Banceuy Bandung, Selasa (30/12).

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. YN belum mendapatkan imbalan, kini malah berurusan dengan polisi. Sebab dia tertangkap tangan ketika menyelundupkan sabu seberat 20 gram di kemaluannya. Benda kristal itu dimasukkan ke dalam plastik kecil lalu dibalut alat kontrasepsi.

YN menjelaskan, pagi hari tadi pukul 10.00 WIB bertemu pria di terminal Leuwi Panjang Bandung. Di sana dia langsung diberikan sabu sudah dalam kemasan.

“Saya janjian di Terminal Leuwi Panjang, tapi saya enggak tahu itu siapa,” terangnya berdalih. Setelah mendapatkan barang dia kemudian ke LP Banceuy. “Lalu saya ke sini. Saya belum terima (imbalan Rp 1,5 juta),” ujarnya menambahkan.

YN kini tengah dalam pemeriksaan petugas kepolisian dari Polda Jabar. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Banceuy Dendi Ruswendi menyebut, sesuai SOP bahwa pengunjung yang kedapatan menyelundupkan narkoba akan diserahkan ke kepolisian. “Itu SOP kami. Selanjutnya kita serahkan ke Polda Jabar,” tandasnya.

Sabu tersebut rencananya akan diserahkan kepada Budi Supriadi (35). Budi merupakan terpidana kasus yang sama dengan vonis enam tahun penjara. Dia menghuni blok D-19.

4. Wanita cantik asal Thailand sisipkan sabu di kemaluan

Petugas kepolisian dan Bea Cukai masih mengembangkan kasus penyelundupan narkotika yang dilakukan Tipan Prakusa (27). Namun, mereka kesulitan karena perempuan asal Thailand itu tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa selain bahasa negaranya.

“Kami kesulitan untuk menginterogasi tersangka, karena dia hanya dapat berbahasa Thailand dan tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa lain. Jadi kita belum tahu akan ke mana dia membawa narkotika itu,” kata Kompol P Panjaitan, Kanit 2 Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kepada wartawan usai konferensi pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan di Polonia, Medan, Jumat (16/5).

Dia memaparkan, mereka sebenarnya sudah meminta bantuan seorang mahasiswa Thailand di Universitas Sumatera Utara (USU). Namun, kebetulan dia sedang libur pulang ke negaranya.

Sementara itu, Kepala Pelayanan dan Pengawasan Kanwil Bea dan Cukai Sumut Imron mengatakan mereka mendapat sedikit informasi dari handphone yang dibawa Tipan Prakusa. Perempuan ini diduga kuat dikendalikan seseorang yang berada di luar negeri. “Kita cek HP-nya berbahasa Thailand. Namun setelah kita pancing, komunikasi tersangka terputus dengan seseorang yang mengendalikannya. Ada SMS berbahasa Thailand yang bunyinya menyatakan waktu kamu sudah habis, silakan balik kanan,” katanya.