Ratusan warga Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 10 tahun bencana gempa dan tsunami berdasarkan tahun Islam. Peringatan dipusatkan di kuburan massal korban tsunami, Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Selasa, diikuti warga dari sejumlah gampong atau desa di kecamatan tersebut.

Masyarakat Aceh memperingati bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut berdasarkan tahun Islam. Bencana 10 tahun lalu tersebut jatuh pada 1414 Zulkaidah 1425 Hijriah. Berdasarkan tahun Islam, bencana dahsyat yang memakan korban lebih dari 250.000 orang meninggal dunia tersebut diperingati setiap 14 Dzulkaidah tahun Hijriah.

Peringatan tsunami tersebut diawali dengan tausyiah yang disampaikan Tgk Fahruddin Lahmuddin. Dia mengatakan bahwa kegiatan itu untuk mengenang peristiwa dahsyat yang memakan korban ratusan ribu jiwa.

“Bencana tsunami merupakan peringatan bagi kita semua untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Tgk Fahruddin Lahmuddin, seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/9).

Dari bencana itu, lanjut dia, ambillah hikmahnya. Sebab, di balik bencana akan ada nikmat yang diberikan Allah SWT. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi kekuatan Allah SWT.

“Harus diingat, harta yang kita kumpulkan bertahun-tahun, musnah dalam hitungan detik ketika tsunami. Begitu juga bangunan kuat yang kita bangun, tidak ada apa-apanya saat tsunami datang,” kata Tgk Fahruddin Lahmuddin.

Usai penyampaian tausyiah, peringatan 10 tahun tsunami dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Tgk Azhari dan diikuti ratusan warga yang menghadiri acara tersebut.