EQUITYWORLD FUTURES – Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan tersebut lantaran perbaikan ekonomi di AS yang membuat laju Dolar AS menguat.

Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan saat ini Rupiah belum ditopang adanya sentimen positif sehingga bergerak melemah.

“Cenderung positifnya laju USD membuat nilai tukar Rupiah kembali terdepresiasi,” ujar Reza dalam riset hariannya, Senin (15/12).

Menurut Reza, pasar sedikit tenang lantaran Bank Indonesia mengganggap Rupiah berada pada fundamental ekonomi Indonesia. Dengan pernyataan tersebut, tentu pelaku pasar juga berpandangan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sedang kurang baik sehingga Rupiah melemah.

“Laju Rupiah pun meet the target dari perkiraan kami untuk tahun 2014 dengan pelemahan hingga ke Rp 12.400. Sementara, outlook kami di tahun depan jika Rupiah dibiarkan melemah maka akan mendekati level Rp 12.600. Laju Rupiah berada di bawah target level support Rp 12.342. Belum adanya sentimen maupun berita positif membuat laju Rupiah diperkirakan dapat melanjutkan pergerakan positifnya. Rp 12.443-12.425 (kurs tengah BI),” kata dia.